Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juni 2017

Wanita yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali, Siapakah Suaminya Di Surga Nanti?


Muslimah Yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali, Siapakah Suaminya Di Surga Kelak?Kadang-kadang ada wanita muslimah yang berpisah dengan suaminya. Baik karena bercerai atau suaminya meninggal dunia. Lalu, muslimah tersebut menikah lagi. Ketika mereka semua masuk surga, siapakah yang akan menjadi suaminya?

Imam Al Qurthuni di dalam kitab At Tadzkirah meriwayatkan bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu anhu mengatakan kepada istrinya, Jika engkau ingin menjadi istriku di surga, janganlah engkau menikah lagi setelah aku. Karena wanita adalah milik suaminya yang terakhir.

Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu pernah melamar Ummu Darda. Namun Ummu Darda menolak sembari mengatakan, Aku pernah mendengar Abu Darda menceritakan sebuah hadits yang menyatakan Sesungguhnya wanita akan menjadi istri dari suami terakhirnya kelak di surga.

Begitu juga halnya dengan Ummahatul Muminin, kata Abu Muhammad Jamal dalam buku Imraatus Samiin bi Aushafil Huril Iin, kelak di surga akan menjadi istri-istri Rasulullah, meskipun sebelum dinikahi Rasulullah mereka pernah dinikahi orang lain.

Namun, ada pula pendapat bahwa muslimah yang pernah menikah beberapa kali, kelak di surga ia akan menjadi istri dari suami yang paling baik akhlaknya.

Ummu Habibah pernah bertanya pada Rasulullah, Wahai Rasulullah, wanita yang pernah mempunyai dua suami di dunia, lalu keduanya meninggal, lantas ketiganya bertemu di surga, untuk siapa istri itu, untuk suami pertama atau kedua? Rasulullah menjawab, Untuk suami yang paling baik akhlaknya kepada istrinya. Karena akhlak akan membawa kebaikan dunia dan akhirat. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Disarikan dari Imraatus Samiin bi Aushafil Huril Iin (Bertemu Bidadari di Surga) karya Abu Muhammad Jamal Ismail.

Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan info ini ya.....


(Sumber: tarbiyah net)

Minggu, 18 Juni 2017

WAJIB BACA !! Jangan Asal Sembarangan Pakai Mahar AL-QURAN dan Seperangkat ALAT SHOLAT


Sering kita dengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah sesesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa peralatan sholat dan mushaf Al-Quran sudah menjadi sebuah keniscayaan.

Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya. Tapi sangat disayangkan, setelah akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh.
Tak jauh beda dengan mushaf Al-Quran yang dijadikan mas kawin tersimpan rapi di rak buku dan hampir berdebu. Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial dibalik pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al-Quran sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria mengucapkan Saya terima nikah dan kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Quran, ada beban baru yang dipikulnya. Beban itu adalah sang suami berkewajiban untuk mengajarkan sholat kepada sang istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat.

Suami juga berkewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu ini.Karena sholat adalah amalan pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak.

Begitu pula dengan mas kawin berupa mushaf Al-Quran. Mungkin bagi sebagian orang dua mahar ini dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya muslim ini.

Tapi sebenarnya mahar mushaf Al-Quran adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya.Mengapa? Karena dengan memberikan mushaf Al-Quran, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al-Quran yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas. Suami berkewajiban untuk mengantarkan istrinya kepada akhlaqul quran. Suami juga berkewajiban untuk membawa keluarganya kepada kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Quran dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman kehidupan rumahtangganya.

Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini?!? Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian. Mushaf yang dulunya dibungkus rapi sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak didalam buffet.

Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian dibungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi disebelah mushaf Al-Quran. Dan dengan bangganya si empunya barang tersebut memamerkan kepada tamu yang hadir,Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!

Subhanallah...

Padahal, menurut M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin, ada tanggung jawab tidak ringan bagi pengantin pria yang memberikan mahar seperangkat alat solat ini. Dia harus mengajarkan dan menuntun sang istri untuk membaca Alquran dan menjalankan salat fardu yang wajib. Minimal seperti itu,.

Lain halnya, menurut dia, sang istri memang seorang muslimah yang rajin mengaji dan taat beribadah, sehingga artinya mahar seperti ini untuk memberikan dukungan. Kan tidak semua mempelai perempuan itu muslimah yang taat. Kalau kondisinya demikian dan suami nantinya tidak akan mampu membimngin agar istri rajin mengaji dan taat beribadah, lebih baik mahar yang diserahkan benda lain saja, ujarnya.

Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain. Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu diucapkannya dan tidak mengindahkan beban baru yang harus dipikulnya. Seorang suami memiliki kewajiban untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam surat At-Tahrim ayat 6 :

 "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..."


 kewajiban bagi seorang Muslim untuk mengajarkan keluarganya, kerabatnya, serta hamba sahaya yang dimilikinya apa-apa yang diwajibkan Allah dan apa-apa yang dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-Quran Al-Azhim, Ibnu Katsir) Dalam kehidupan rumah tangga tanggungjawab ini diamanahkan kepada suami sebagai imam dalam keluarga.

So... buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Quran tapi belum diajarkan isi dari Al-Quran,jangan ragu untuk menagihnya kepada suami.

Sekalian mengingatkan suaminya, amanat yang mungkin terlupakan oleh suami. Dan untuk para suami yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Quran, dan belum memiliki andil dalam menjaga sholat istrinya dan mengajarkan isi Al-Quran yang diberikan, hayuu atuh diajarkan istrinya.

Biar istrinya makin sholehah, dan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang diimpikan bisa tercapai.

Lalu buat para calon istri dan suami, mulailah mempersiapkan bekal untuk berlayar dalam bahtera rumah tangga kehidupan. Wallahu alam bishowwab..

Sumber  beradab.com

Kamis, 18 Mei 2017

Istri Patut CURIGA...!! Jika Suami Datang Tiba-Tiba Minta Berhvbvngan, Bisa jadi..

Para istri mungkin pernah mengalami kondisi ini.Dimana suami tiba-tiba ingin melakukan aktivitas biologis saat baru kembali dari luar rumah. Hal ini terkadang justru membuat istri bingung. Kebingungan ini tidak jarang membuat istri curiga dengan apa yang diami suaminya selama di luar rumah. Hal ini berpotensi menyebabkan perselisihan jika suami tidak menjelaskan dengan tepat.

Namun para istri, berbahagialah jika suami tiba-tiba minta berjima saat baru pulang ke rumah. Terlebih jika dia adalah suami saleh, maka apa yang dilakukannya tersebut tidak hanya untuk memuaskan nafsu semata. Melainkan ada alasan lain yang membuat mereka berperilaku demikian.

Sudah seharusnya istri menyambut suaminya saat pulang ke rumah dengan penampilan yang paling baik. Suami yang lelah bekerja di luar rumah tentu sangat bahagia jika disambut sedemikian rupa. Hal ini juga untuk mengantisipasi jika
tiba-tiba suami minta berjima saat sampai di rumah. Sehingga saat itu istri sudah berada dalam kondisi terbaiknya.
Tidak usah heran dan bingung jika suatu saat suami anda tiba-tiba minta berjima ketika sampai rumah. Justru anda harus berbahagia, pasalnya selain karena rindu dengan anda, suami bisa saja mengalami kondisi sebelumnya yang dapat merusak hubungan berumah tangga. Sehingga Ia mengingat pesan Rasulullah SAW dan pulang menemui istrinya.

Apabila Ingin Terlihat Muda Dan Wajah Berseri Walau Usia Sudah Makin Menua...Amalkan Doa Ini Sebelum Tidur, TOLONG BAGIKAN..!!

Jika salah seorang di antara kamu melihat wanita cantik dan hatinya menjadi cenderung kepada wanita itu, maka ia harus langsung pulang dan menemui istrinya dan mendatanginya di tempat tidur supaya ia terhindar dari pikiran yang kotor. (HR Muslim).

Tindakan suami ini menunjukan kesetiaannya kepada anda serta memelihara cinta kasihnya untuk anda. Mereka masih menjaga agama dan kehormatan seksualnya. Rasa cintanya kepada Anda mencegah dia dari membiarkan pikirannya terkotori oleh fantasi yang bukan-bukan dengan wanita yang mungkin saja menggoda atau menarik perhatiannya di luar rumah.

Dan wajib bagi seorang istri untuk memenuhi ajakan suami tersebut, bagaimana pun kondisi mereka saat itu. Untuk itu, berhiaslah ketika jam-jam suami diperkirakan akan pulang kerja

Dari Abu Ali Thalaq bin Ali r.a., sesungguhnya Ra-sulullah Saw. bersabda, Apabila seorang suami mengajak istrinya, maka penuhilah segera meskipun ia sedang berada di dapur. (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Abdullah bin Masud r.a. mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Seorang istri yang diajak oleh suaminya ke tempat tidurnya, tetapi dia menangguhkannya hingga suaminya tidur, maka istri tersebut dalam keadaan laknat.

Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Baca Juga:



Sumber: islam bertasbih

Selasa, 09 Mei 2017

Astagfirullah... Jangan Ucapkan Kalimat Ini Ketika Berdoa, Maknanya Sungguh Dilarang dalam Islam.

Astagfirullah... Jangan Ucapkan Kalimat Ini Ketika Berdoa, Maknanya Sungguh Dilarang dalam Islam.
Berdoa menjadi suatu aktivitas rohani seoranngg hamba untuk memohon sesuatu kepada Sang Khaliq. Umumnya, doa dilaksanakan sesudah menunaikan sholat wajib maupun sunnah. Doa akan dipanjatkan setelah menunaikan berbagai bacaan dzikir yang mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Ternyata dalam berdoa, juga terdapat kalimat yang tidak boleh diucapkan ketika memohon. Kalimat apakah itu ?

Kalimat tersebut ialah
 "Jika Engkau berkenan." Sebagai contoh, "Ya Allah jika Engkau berkenan, maka ampunilah aku”

Memang secara harfiah kalimat tersebut bermakna lembut dan tidak memaksa Allah ketika meminta. Namun jelas hal ini tidak diperbolehkan. Rasulullah bersabda :
"Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia sungguh-sungguh dalam memohon dan janganlah ia mengucapkan, "Ya Allah jika Engkau berkenan maka berilah aku," karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa-Nya." (HR Bukhari)

"Janganlah kalian mengucapkan, "Ya Allah ampunilah aku jika Engkau berkenan. Ya Allah rahmatilah aku jika Engkau berkenan." Tapi hendaknya ia sungguh-sungguh dalam memohon karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa-Nya." (HR Bukhari) Dalam menjelaskan hadist ini, Ibnu Abdil Barr yang merupakan ahli tafsir mengatakan bahwa tidak ada yang dapat memaksa Allah SWT. Allah hanya melakukan apa yang Ia kehendaki dan Allah hanya mengabulkan apa yang Ia kehendaki pula.

Ibnu Abdil Barr juga menyatakan bahwa haram hukumnya mengucapkan kalimat tersebut. Sementara Imam Nawawi menganggap hal itu makhruh diucapkan.

Maka dari itu, kita sebagai umat Islam lebih berhati-hati dalam berucap. Terutama dalam berdoa, karena doa yang baik pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT.
.





Baca Juga:

Kamis, 04 Mei 2017

Astagfirullah... Neraka Jahanam Berteriak-Teriak Sangat Marah dan Benci Saat Melihat 3 Tipe Orang yang akan Jadi Penghuninya ini

Astagfirullah... Neraka Jahanam Berteriak-Teriak Sangat Marah dan Benci Saat Melihat 3 Tipe Orang yang akan Jadi Penghuninya ini
Dalam Al-Qur’an dan hadits telah menjelaskan banyak gambaran mengenai kehidupan akhirat, baik itu surga maupun neraka. Bahkan, tidak hanya gambarannya, beberapa dalil telah meriwayatkan mengenai ciri-ciri para penghuni surga dan neraka. Dan tahukah Anda bahwa ternyata, neraka juga bisa berbicara dan melihat.Kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang sesaat, sedangkan kehidupan yang hakiki ada pada kehidupan di akhirat kelak. Allah telah menyediakan dua tempat bagi setiap ciptaan-Nya sesuai amal ibadahnya.

Surga adalah tempat yang dipenuhi dengan keindahan dan kenikmatan bagi para penghuninya. Tidak mudah untuk menjadi penghuni surga, perlu adanya keimanan dan ketaqwaan yang kuat pada Allah untuk menjalani hidup sesuai ajaran agama.

Sedangkan, neraka adalah tempat yang dipenuhi dengan siksaan dan kepedihan. Para penghuni neraka adalah mereka yang selalu ingkar terhadap perintah Allah.

Butuh bagi kita untuk mempelajari bagaimana gambaran surga dan neraka sehingga dapat dijadikan motivasi untuk berbuat baik. Terdapat banyak dalil di dalam Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan tentang gambaran surga dan neraka. Dan ternyata neraka memiliki mulut dan mata.

Apabila kita membaca penggambaran neraka di dalam Al-Qur’an dan hadits maka akan mengetahui jika neraka merupakan salah satu ciptaan Allah yang dapat berbicara, melihat, dan menyampaikan keluhan.

Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa neraka dapat melihat para penghuninya meskipun dari kejauhan saat mereka berjalan menuju ke arahnya. Pada saat itu juga, neraka akan teriak-teriak karena sangat marah dan benci terhadap mereka yang durhaka. Saat para penghuni neraka dapat melihatnya, maka mereka juga akan mendengar kegeraman dan suara nyala dari neraka.

Diriwayatkan bahwa ketika ada seseorang diseret ke neraka maka neraka itu akan menciut. Kemudian Allah bertanya mengapa neraka menciutkan dirinya. Neraka tersebut berkata bahwa orang itu akan mencari perlindungan Allah darinya. Lalu Allah berkata untuk membebaskan hamba-Nya. Seseorang lagi diseret menuju neraka dan orang tersebut mengatakan jika ia tidak memiliki harapan apapun kecuali ampunan dari Allah.


Kemudian Allah berkata agar hamba-Nya dibebaskan. Setelah itu, seorang lagi dimasukkan ke neraka dan neraka kemudian menyemburkan udara seperti keledai yang mendengus pada seekor unta, lalu neraka menghirup banyak udara agar tidak ada lagi yang tertinggal. Inilah ketika neraka berbicara dan melihat para penghuninya dari kejauhan.

Riwayat lain menjelaskan bahwa ketika hari kiamat kelak, sebuah leher terlihat menjulur dari dalam neraka. Pada leher itu terdapat dua telinga untuk mendengar, dua mata untuk melihat, dan lidah untuk berbicara.

Kemudian, leher itu mengatakan bahwa ia memiliki tugas untuk mengawasi tiga tipe manusia, yakni orang yang menyembah selain Allah, penguasa yang congkak dan lalim, serta orang yang suka membuat gambar. Inilah kisah neraka jahanam yang diperuntukkan bagi mereka yang timbangan dosanya lebih berat daripada amal baiknya.


Sebagai seorang muslim, mempelajari gambaran neraka akan meningkatkan ketakutan diri kita jika masuk ke neraka. Hal ini akan berdampak pula pada semangat kita untuk beramal baik.

Selama Allah masih memberikan waktu untuk kita menjalani hidup ini, maka gunakanlah sebaik mungkin. Lakukanlah hal-hal yang bermanfaat, tidak hanya untuk dunia tapi juga akhirat.

Ingatlah bahwa apapun yang kita lakukan di dunia akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak sehingga gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk mengumpulkan bekal kebaikan menuju akhirat.







Baca Juga:
Astaghfirullah... Bikin Merinding !!! Rahasia Pabrik Rokok Ini Bisa Bikin Kamu Berhenti Merokok !!!

Cewek WajibTahu, Cara Bedakan Henna Palsu dengan Henna yang Natural !

Kamis, 06 April 2017

Wahai Suami, Lakukan 7 Hal Ini Agar Rejekimu Melimpah…

Wahai Suami, Lakukan 7 Hal Ini Agar Rejekimu Melimpah…
Siapa sich yang tidak ingin dilancarkan rejekinya? Ketika sudah berumah tangga, suami memiliki kewajiban penuh untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak sesuai dengan kadar kemampuannya.
Namun sayangnya, tidak semua suami memahami hal tersebut sehingga sebagian dari mereka merasa terbebani dengan tanggung jawab mulia dalam menafkahi keluarganya.
Akibatnya, mereka menjadi pelit terhadap istri dan anak-anak, menuntut sang istri untuk bekerja, merendahkan istri, dan masih banyak kedzaliman lainnya. Padahal sejatinya suami adalah pemimpin bagi keluarganya, teladan bagi istri dan anak-anaknya. Nah, agar rejeki suami selalu melimpah, sebaiknya para suami lakukan Sembilan hal berikut ini:
1. Taat Pada Allah dan Rasul-Nya
Suami yang taat akan selalu melakukan dan menghindari sesuatu semata-mata karena Allah SWT. Jika sifat seperti ini sudah dimiliki para suami, otomatis rahmat Allah akan mudah datang kepadanya. Masalah rejeki, Allah sudah pasti akan mencukupinya sehingga yang ada hanyalah ketenangan. Hal itu sebagaimana dalam firman Allah SWT,  
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adala orang-orang yang mendapat kemenangan” (QS. An-Nur : 52)
2. Berikan Nafkah yang Baik Untuk Keluarganya
Apapun yang terjadi, seorang suami harus giat bekerja dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Akan tetapi, pastikan untuk mencari nafkah dengan jalan halal dan juga baik, serta tinggalkan segala yang buruk karena Allah. 
وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“… dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara yang ma’ruf …” (QS. Al-Baqarah : 233).  
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat, “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)
3. Pergauli Istri Dengan BaikMempergauli istri dengan baik merupakan perintah Allah Taála. Karena itu, bagi suami yang bersifat baik pada istrinya sama artinya dia sudah melaksanakan perintah Allah dan pahala yang melimpah bagi dirinya. 
Rasulullah SAW bersabda: ” Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.” (H.R.Tirmidzi).
4. Suami yang Setia Pada Istrinya
Pernikahan merupakan janji setia seorang suami kepada istri dan juga AllahSWT. Oleh karena itu, sebagai kepala keluarga yang baik, seorang suami harus selalu menunjukkan kesetiaan pada keluarganya.
Sifat setia tidak hanya menjauhkan para suami dari perbuatan yang mengundang murka Allah, tapi juga mendatangkan keberkahan pada keluarganya.
5. Cemburu Secara Wajar Pada Istrinya
Sifat cemburu harus dimiliki oleh para suami sebagai kepala keluarga. Akan tetapi, cemburu tersebut harus dalam tahap yang wajar dan terpuji. Terpuji disini bisa diartikan bahwa cemburunya tidak boleh melampaui batas hingga jatuh pada perbuatan buruk, msialnya: memfitnah, atau menuduh istrinya.
Ingat! Cemburu berlebihan dapat menghambat rejeki, karena suami jadi tidak tenang bekerja dan tidka focus beribadah. Padahal Allah sudahmengingatkan masalah prasangka buruk ini dalam ayat Al Quran, yang artinya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ …
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, seseungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa …” (QS. Al-Hujurat : 12).
6. Mengajarkan Agama Pada Istri dan Anaknya
Selain mencari nafkah, seorang suami juga memiliki kewajiban untuk mengajarkan ilmu agama pada anak dan juga istrinya. Selain dapat menjauhkan dari api neraka, perbuatan tersebut dapat mengundang keberkahan dalam keluarga. Berkah disini dapat diartikan selalu bertambah rejekinya, baik itu harta, kesehatan maupun nikmat lainnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6).
7. Menutup Aib Keluarganya
Setelah menikah, suami merupakan pakaian bagi istrinya dna sebaliknya. Artinya, para suami harus senantiasa menutupi aib istrinya dari siapapun. Jika hal itu dilakukan, maka Allah pasti akan senantiasa melimpahkan rejeki pada keluarga Anda.
Dari Abdurrahman bin Said ia berkata aku mendengar Abu Said Al Khudri berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah SWT pada hari kiamat adalah suami yang menunaikan hajatnya kepada isterinya dan isteri yang menunaikan hajatnya pada suaminya, kemudian suami tersebut menceritakan rahasia isterinya”. (H.R. Muslim).



Dengan melakukan ketujuh hal diatas, keluarga Anda tidak hanya harmonis, tapi rahmat dan keberkahan Allah pasti akan terus tercurah pada keluarga Anda. Semoga informasi yang berjudul Suami, Lakukan Tujuh Hal ini Agar Rejekimu Melimpah diatas dpaat bermanfaat bagi kita semua.


Inilah 3 Istri Pembawa Sial Menurut Rasulullah…

Inilah 3 Istri Pembawa Sial Menurut Rasulullah… 
Jangan pilih wanita menjadi istri hanya karena parasnya yang cantik atau karena kekayaannya, karena kebahagiaan berumahtangga tidak dicapai dengan hal-hal seperti itu. Tapi pilihlah istri sesuai yang disarankan Nabi.

Rasulullah sudah memberi peringatan kepada para suami untuk memperhatikan tiga hal berikut ini. Jika anda mendapati 3 ciri ini pada istri anda, maka Rasulullah menyebutnya sebagai istri pembawa sial.

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Thabrani dan Imam Al Bazzar, Nabi menyebut ada 3 golongan wanita yang dikategorikan sebagai pembawa kesialan dalam keluarga.

Mari kita bahas satu per satu:

1. Apabila Dilihat, Ia Menjengkelkan

Saat pulang dari kerja suami tentunya ingin melihat istri di rumah menyambutnya dengan senyum yang menyenangkan. Hal ini akan membuat segala lelah di kantor hilang seketika.

Tetapi alangkah sialnya suami, jika sampai di rumah menemukan istri yang kumal, bau dan wajahnya menjengkelkan. Bahkan jika ditegur maka segala macam bantahan akan keluar dari mulutnya seakan dirinya tidak bersalah.

Istri seperti itu akan melawan dan berteriak seolah-olah suaminya yang salah. Istri yang demikian bukanlah istri yang tak tahu aturan. Ia hanya merasa bahwa ilmu yang dimiliki telah cukup namun kadar ilmu agama justru sangat kurang.

Bisa jadi istri yang demikian berasal dari keluarga kaya raya dengan paras ayu rupawan ataupun bisa sebaliknya.

2. Apabila Bicara, Ucapannya Menyakiti Perasaan

Ada beberapa wanita yang memiliki lidah setajam sembilu, apa yang dilontarkan dari mulutnya kadang melukai perasaan lawan bicaranya.

Jika menjadi istri, maka wanita seperti itu akan membuat suami 'makan hati' setiap hari. Ucapannya akan menyakiti perasaan dan menyinggung membuat suami jadi tidak enak dan tidak betah pulang ke rumah.

Jika diingatkan, istri seperti ini akan membantah dan bahkan menuduh balik suami dengan perkataan yang tidak terpuji.

3. Apabila Ditinggal Dinas, Ia Berkhianat

Saat baru menikah beberapa hari dan belum merasakan kedekatan dengan sang istri, suami lantas harus menyelesaikan tugas keluar beberapa hari.

Sikap istri yang tidak bisa diamanahi sejak awal membuat pikiran suami menjadi berprasangka bahwa si istri akan membawa teman-temannya ke rumah. Bisa juga istri akan pulang ke rumah orang tuanya dan enggan untuk kembali.

Akankah suami memutuskan berangkat dengan sikap istri yang tak amanah?

Jika seperti itu sungguh kerugian bagi suami karena tidak merasakan bahagia dan ketenangan.

Demikian 3 ciri istri yang membawa sial bagi rumah tangga. Suami yang memiliki istri seperti ini haruslah meningkatkan kesabaran dan ketakwaan kepada Allah, SWT.

Bantu sebarkan artikel ini agar bermanfaat bagi orang lain.


Baca juga : 

Anak Ini Menangis Setelah Menyadari Pengorbanan dan Cinta yang Besar dari Ayahnya, Mengharukan...!

Nikah Cara Unik Dengan Tampilan Coklat-coklat Ala Pramuka



Rabu, 05 April 2017

Subhanallah! Meninggal Dalam Keadaan Sujud di Depan Masjid Raya Bogor, Ternyata Sebelumnya Dia...

Subhanallah! Meninggal Dalam Keadaan Sujud di Depan Masjid Raya Bogor, Ternyata Sebelumnya Dia...
Meninggal merupakan sebuah hidayah atau justru bencana bagi seseorang. Bagi mereka yang selalu beramal baik saat masa hidupnya, mungkin meninggal merupakan suatu awal baginya. Namun bagi yang selalu berbuat keburukan, maka meninggal adalah suatu ancaman nyata baginya.

Kebesaran Allah SWT juga terpancar saat seseorang meninggal, seperti pria bernama Kamaludin, Warga Jl. Pembangunan II RT 06/06, Keluarahan Kadung Halang, Kecamatan Bogor Utara itu membuat terkejut jamaah yang berada di Masjid Raya Bogor. Bagaimana tidak? pria 40 tahunan itu meninggal dalam posisi sujud di depan masjid Raya Bogor, Senin (3/4) sore.

Dikutip dari Jawapos, Menurut Eman Sulaeman selaku satpam Masjid Raya Bogor, Kamaludin terlihat berjalan sempoyongan saat akan melaksanakan shalat subuh. Ia juga terduduk tepat di pohon yang berada di depan pintu masuk Masjid Raya Bogor hingga akhirnya ia meninggal dalam posisi sujud.


“Jamaah yang kemudian menghubungi Polsek Bogor Timur, saat posisi sujud katanya masih hidup,” katanya, seperti mengutip Jawa Pos, Rabu (5/4/2017).

Petugas Kebersihan Masjid Raya Bogor, Samin, mengatakan bahwa Kamaludin tidak terbiasa shalat subuh di Masjid Raya Bogor.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol Marsudi Widodo menjelaskan, setelah mendapatkan laporan soal Kamaludin, pihaknya pun segera menghubungi keluarga korban. Menurut keterangan keluarga, Kamaludin memiliki riwayat penyakit jantung.

“Sudah ada pemeriksaan, dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korba. Masih terus diperiksa di RS Bhayangkara,” katanya.


Baca juga :