Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Kenali Ciri-ciri Hiperhidrosis & Efek Lainnya

Kenali Ciri-ciri Hiperhidrosis & Efek Lainnya

Life Pedia – Berkeringat merupakan hal yang wajar atau normal yang dialami oleh setiap manusia dimuka bumi ini. Namun, akan berbeda jika keringat tersebut keluar secara berlebihan. Berkeringat merupakan reaksi tubuh untuk pendinginan dalam tubuh. Pada sebagian orang ada yang mengalami berkeringat secara berlebihan kondisi ini disebut dengan hiperhidrosis, yaitu tubuh memproduksi keringat terlalu banyak sehingga menimbulkan masalah. Hiperhidrosis merupakan salah satu bentuk keringat berlebihan pada tubuh yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan.
Hiperhidrosis menimbulkan efek psikologis dan psikososial, orang yang menderita hiperhidrosis sering menjadi kurang percaya diri, menutup diri dan harus mengubah gaya hidup untuk mengakomodasi masalah ini. Selain itu, keringat berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit atau iritasi kulit karena kulit basah lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur tambahan.
Hiperhidrosis disebabkan oleh kerja Eccrine yang terlalu aktif, Eccrine adalah kelenjar keringat yang bertugas untuk mengatur suhu tubuh. Kelenjar ini berlokasi di seluruh tubuh sehingga semua bagian tubuh dapat berkeringat, namun hiperhidrosis terutama terjadi di telapak tangan, telapak kaki, ketiak dan wajah.
Kebanyakan hiperhidrosis adalah bakat bawaan yang menurun di keluarga, sekitar sepertiga orang dengan hiperhidrosis memiliki anggota keluarga dengan keluhan yang sama. Selain karena faktor genetika penyebab penyakit ini juga karena penyakit lain.
Cara mudah untuk mengetahui jika seseorang terkena hiperhidrosis antara lain seseorang tersebut berkeringat ekstrim sehingga membuatnya sering berganti baju. Penderitanya sering memiliki jejak basah di baju, terutama di daerah ketiak. Kemudian Hiperhidrosis yang terjadi di  telapak tangan ditandai dengan telapak tangan yang basah sehingga butir-butir keringat sampai menetes.
Ciri diatas adalah ciri-ciri umum dari hiperhidrosis. Hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis yaitu hiperhidrosis yang disebabkan oleh faktor genetik atau bawaan lahir atau hiperhidrosis yang disebabkan oleh penyakit lain. Ciri-ciri yang ditimbulkan oleh kedua jenis hiperhidrosis diatas pun berbeda, berikut adalah ciri-ciri yang umumnya terjadi pada kedua jenis hiperhidrosis tersebut antara lain:
Ciri-ciri hiperhidrosis bawaan lahir :
·  Sudah disadari sejak dini. Mayoritas penderita menyadari sejak dini, bukan disadari secara tiba-tiba, rata-rata penderita sudah sadar mereka terserang hiperhidrosis sudah sejak kecil.

·  Kedua sisi tubuh sama-sama berkeringat. Pada ciri-ciri ini keringat yang timbul terjadi secara simetris pada tubuh, contoh: keringat keluar pada kedua telapak tangan yaitu kanan dan kiri.

·  Ketika tertidur pulas tidak berkeringat.
·  Area keringat relatif kecil. Area yang sering mengeluarkan keringan adalah telapak tangan dan kaki, ketiak, dan wajah.

Ciri-ciri hiperhidrosis yang dipicu oleh penyakit lain:
·  Terjadi tiba-tiba. Hiperhidrosis terjadi secara tiba-tiba atau tidak pernah terjadi sebelumnya.

·  Berkeringat hanya pada salah satu tubuh. Pada ciri ini keringat yang timbul, terjadi secara asimetris, contohnya adalah jika sedang berkeringat dada bagian kanan berkeringat, namun dada bagian kiri tidak.

·  Ketika tertidur pulas justru berkeringat.


·  Area keringat relatif lebih luas. Area yang sering mengeluarkan keringat cenderung lebih luas, contohnya terjadi pada dada, perut, punggung, paha, sekujur tubuh


Baca Juga :





Jumat, 14 April 2017

Mengenali Tanda-Tanda Hamil Muda yang Sehat, Silahkan Bagikan..


Life Pedia – Mempunyai kehamilan yang sehat menjadi dambaan setiap ibu yang sedang hamil. Kehamilan sehat sangat berhubungan antara ibu dan janin. Tanda kehamilan muda yang sehat dan normal dipengaruhi oleh berat badan ideal yang dimiliki ibu, nutrisi seimbang dan juga olahraga tepat selama kehamilan disesuaikan dengan usia janin.
Tanda-tanda kehamilan muda normal sehat yang harus Anda ketahui, antara lain:
·  Mengalami morning sickness. Mual dan muntah yang dialami oleh ibu pada trimester pertama sangat wajar terjadi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon yang membuat tubuh harus beradaptasi. Mual dan muntah yang dialami oleh wanita hamil seringkali tanpa penyebab, kejadian ini lebih sering terjadi pada pagi atau malam hari. Apabila mengalami mual dan muntah parah hingga mengganggu kondisi kesehatan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kandungan.

·  Berat badan. Ketika Anda positif hamil melalui serangkaian test yang dilakukan, konsultasikan kondisi Anda ke bidan atau dokter kandungan. Dokter akan menyarankan kenaikan berat badan 13-15 kg pada wanita yang sedang hamil. Bagi wanita yang memiliki kelebihan berat badan, dokter memiliki anjuran tersendiri selama masa kehamilan agar ibu dan janin tetap terjaga kesehatannya.

·  Tekanan Darah dan Kadar Gula Ibu Hamil. Anda tidak perlu khawatir apabila mengalami perubahan tekanan darah atau kadar gula darah saat hamil. Hanya saja tidak berubah secara dramastis. Parameter dua hal ini yaitu kadar gula darah dan tekanan darah sangat penting kesehatan ibu dan janin. Ibu hamil yang mengalami tekanan dan gula darah yang berubah selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan atau bidan. Terlebih bagi anda yang memiliki riwayat gangguan kesehatan.

·  Rahim dan Plasenta. Kehamilan sehat ditandai dengan plasenta dan rahim yang sehat. Kondisi janin di dalam kandungan yang aman dipengaruhi oleh plasenta dimana tempat melekatnya dinding rahim. Menjaga rahim dan plasenta yang sehat dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum kehamilan dengan cara menjaga gaya hidup sehat. Bagi anda yang memiliki riwayat kesehatan berhubungan dengan rahim dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan.
·  Pertumbuhan janin. Pemeriksaan yang dapat memantau kondisi janin adalah dengan melakukan pemeriksaan USG, apabila terdapat tanda gangguan kehamilan misalnya yang berhubungan dengan kekurangan oksigen di dalam rahim sebaiknya diwaspadai dan berkonsultasi dengan dokter. Pertumbuhan janin yang tidak sehat, selain membahayakan bayi di dalam kandungan dapat juga membahayakan ibu hamil, misalnya saja fungsi plasenta yang terganggu yang beresiko meningkatkan gangguan kesehatan.

·  Pergerakan janin. Memasuki usia kehamilan yang semakin membesar, melakukan pemeriksaan ukuran perut dan pergerakan janin sangat penting. Anda dapat melakukan pemeriksaan pada usia kehamilan minggu ke-6 dan juga minggu ke-10. Ibu hamil akan mengalami pergerakan janin yang dianggap sebagai tanda kehamilan yang sehat dan menerima pasokan oksigen yang cukup.

·  Perubahan pada buah d Sembilan dari sepuluh wanita hamil mengalami perubahan pada payudara. Kondisi ini ditandai dengan payudara yang semakin kencang dan padat selama kehamilan. Tidak perlu khawatir, kondisi ini merupakan tanda kehamilan yang sehat sebagai persiapan fisik dalam memproduksi ASI yang dimulai. Anda akan mengalami perubahan buah dada hingga usia kehamilan trimester akhir.

·  Perubahan perut. Pada trimester pertama perubahan perut belum begitu besar. Hanya saja, bagi Anda yang mengalami kehamilan kembar, perubahan perut sangat terasa cepat. Bahkan sudah mulai tampak ketika memasuki bulan ketiga. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mengetahui perubahan perut yang sehat. Pemeriksaan akan membantu untuk mengetahui kondisi kesehatan dengan menggunakan alat medis.

·  Kondisi hormon. Perubahan yang dialami selama kehamilan baik secara fisik ataupun psikis dapat terjadi karena adanya perubahan hormon yang terjadi pada wanita hamil. Salah satu perubahan hormon yang terjadi adalah hormon progesteron yang dapat mencapai 400mg saat wanita hamil. Selanjutnya hormon yang mengalami perubahan adalah hormon estrogen yang mempunyai peranan penting bagi wanita hamil, yaitu fungsinya untuk membentuk jaringan dan menampung janin di dalam perut ibu.


·  Perubahan mood. Pada wanita hamil perubahan mood terjadi karena adanya adaptasi hormon kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan adanya perubahan suasana hati yang sangat cepat, misalnya ketika Anda tiba-tiba merasa sedih dan kehilangan kemudian marah tanpa penyebab yang jelas. Bahkan perubahan mood akan terus dialami oleh ibu hamil pada akhir trimester pertama. Anda tidak perlu khawatir, seiring dengan usia kehamilan yang semakin bertambah, maka perubahan mood akan hilang dengan sendirinya.

Baca Juga :