Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Malam Pengantin Wanita Teriak Histeris Karena Yang Masuk Bukan Milik Suami, Melainkan...

Ada – ada saja wanita satu ini, Ini bisa di bilang benar-benar terjadi di Indonesia dan peristiwa ini sudah terjadi beberapa waktu lalu, tapi itu masih cukup untuk membuat kita kepala gelenggeleng juga.


Ati [28] dipaksa untuk menjalani operasi pada v4g1n4nya. Gara – garanya aneh, ada curut atau tikus kecil masuk ke dalam org4n k3w4nit4annya.

Bagaimana bisa nyelusup ke selangkannya sih? Dari informasi yang dikumpulkan, Ati tinggal di Banjarmasin adalah peng4ntin baru. Setelah “b3rtempur” dengan suaminya yang tidak disebutkan namanya Ati dan suaminya tampak kelelahan dan tertidur tanpa mengenakan pak4ian lagi.


Entah dapat inspirasi di mana juga, hewan pengerat di Banjarmasin yang disebut tikus mariangin itu m4suk ke daerah k3wanit4an yang ”dilar4ng” itu.

Yang jelas, tiba-tiba menjerit dan membangunkan sekeluarganya Ati. Sama – sama shock, tikus bukannya keluar, bahkan ke lebih dalam, akhirnya suami mencoba menarik Tikus, sayangnya ekornya dipotong.

Ati langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mengeluarakan tikus tersebut Hmm … hanya memperingatkan, jika tempat tidur jangan lupa untuk memakai cel4na ya, dari pada di gangggu tikus tikus.

sumber : planet.merdeka.com

Selasa, 27 Juni 2017

Punya Bayi di Rumah? Perhatikan Kebersihan Rumah, Terutama Bagian Ini

Memiliki bayi di rumah memang harus ekstra dalam menjaganya. Tak hanya si mungil saja yang harus di jaga, tapi juga perhatikan betul seisi rumah terutama kebersihan dan kesehatannya.
Punya Bayi di Rumah? Perhatikan Kebersihan Rumah, Terutama Bagian Ini

Dalam hal ini, ada beberapa tempat yang harus benar-benar diperhatikan kebersihannya. Karena disinilah banyak terdapat kuman yang membahayakan kesehatannya, seperti yang dikutip dari liputan6.

1. Meja Makan dan Jangan Makan Sembarangan
Buatlah aturan untuk selalu menggunakan meja makan bagi anggota keluarga yang ingin ngemil atau makan. Hal ini untuk mencegah jatuhnya remah makanan ke area lainnya. Remah makanan akan mengundang semut bahkan kecoa yang menyebabkan ruangan di rumah terinfeksi penyakit.

2. Peletakan Sepatu
Semahal-mahalnya sepatu Anda, jika memang sudah dipakai di luar rumah, jangan membawanya masuk ke dalam rumah. Tinggalkan di area garasi, atau kalau Anda sangat takut sepatu tersebut hilang, masukkan segera ke dalam dus atau kantung plastik, baru Anda simpan di dalam rumah.

Membiarkan sepatu dari luar masuk ke dalam rumah akan membuat debu dan kotoran masuk ke dalam.

3. Bedakan tempat sampah
Jangan samakan semua tempat sampah—terutama yang ada di kamar bayi. Bedakan tempat sampah untuk sampah yang kering dan sampah basah. Soalnya sampah basah cenderung lebih cepat mengundang munculnya jamur dan bakteri. Segera buang sampah Anda ke luar rumah setelah beberapa jam dan jauhkan bayi dari tempat sampah.

4. Bersihkan kamar bayi
Sebelum bayi menetap di kamar, pastikan kondisi kamar bersih dari debu. Pilih seprai dan ranjang yang aman dan bebas racun, serta bersihkan lantai, jendela, dan seluruh sudut dinding agar bebas debu.

Buka jendela kamar untuk melancarkan sirkulasi udara. Gunakan cat dinding warna terang, misalnya putih, biru muda, atau hijau muda agar kamar tetap terang.


5. Rapikan rak buku
Jika Anda sudah lama tak menyentuh koleksi buku Anda, sebaiknya simpan buku di dalam lemari agar tidak menyebabkan penumpukan debu. Pastikan rak pajangan juga tidak terlalu penuh dengan frame foto agar Anda mudah membersihkannya.

6. Siapkan tisu basah di beberapa ruangan

Untuk kamar, ruang keluarga, dan ruang lainnya yang sering Anda gunakan bersama bayi, biasakan untuk menyiapkan tisu basah di ruangan tersebut. Gunanya, jika Anda melihat ada noda di dekat Anda, Anda bisa langsung membersihkannya dengan tisu basah.

Nah dengan memperhatikan beberapa hal diatas, dijamin rumah kita akan semakin bersih. Apalagi saat kita punya bayi yang harus dijaga..


Minggu, 18 Juni 2017

Masyaallah... Seperti Inilah Cara Meruqyah Bayi(0-2 Tahun) Agar Anak Jauh Dari Godaan Setan

Masyaallah... Seperti Inilah Cara Meruqyah Bayi(0-2 Tahun) Agar Anak Jauh Dari Godaan Setan
“Membangun mental jiwa generasi muda adalah satu-satunya harapan dan kunci kemajuan atau kemunduran pembangunan sebuah bangsa, bahkan sebuah peradaban. Namun hal yang lebih penting dari itu adalah upaya membangunkan jiwa mereka terlebih dahulu dari tidur panjangnya”. 
Anak, adalah penyejuk mata. Ia cahaya yang menyala menerangi kegelapan malam, tangisnya memecah kesunyian panjang, menjadi harapan yang menguatkan ikatan hati ayah dan ibundanya. Ketika ia sakit, maka seakan kitalah yang sakit. Bahkan lebih dari itu.. seolah-olah ingin berteriak keangkasa; Ya Rabb, kenapa engkau tidak timpakan sakit ini kepadaku saja?

Padahal jika kita renungi, barangkali sebenarnya anak kita tidak merasakan kesempitan yang kita rasa. Dan memang secara logis demikian, coba fikirkan; ingatkah saat usia 1 tahun 7 bulan dulu kaki kanan kita pernah digigit nyamuk lalu ibu kita panik dan mengejar-ngejar nyamuk itu hingga nyamuk itu terbunuh. Kita tidak merasakan sakit itu, tapi ibu kita merasakan betul bagaimana digigit nyamuk. Begitupun dengan gangguan jin, sihir dan ain yang terjadi pada anak. Anak bayi kita tidak merasakan sakit, namun orang tuanyalah yang merasakannya. Anak kita gila, orang tuanya yang repot. Anak yang gila itu santai saja, karena memang setiap orang gila itu tidak sadar bahwa dirinya gila. Namanya juga gila!

Jadi, sakitnya anak sangat erat kaitannya dengan psikologis orangtua. Dalam gangguan jin pun, demikian. Jika anak diganggu jin maka ayah dan bundanya pun harus diteraphy dengan porsi yang sama. Saat ayahanda atau ibunya sembuh, maka perlahan anaknya akan sembuh

# Tehnik Meruqyah Anak-Anak

Pertama, seseorang diklasifikasikan anak-anak itu pada usia 2-9 tahun sementara masa sebelumnya disebut bayi dan setelahnya adalah remaja menuju dewasa. Oleh karenanya saya akan rinci pembahasan tekhnis ini menjadi tiga bahasan; meruqyah bayi, meruqyah anak dan meruqyah remaja.

1. Meruqyah Bayi (0-2 tahun).

Pastikan ayah dan bundanya tidak menyimpan benda-benda yang menjadi rumah syaitan dan generator kekuatan syaitan semisal azimat, isim, wifiq, batu, keris, pusaka warisan keturunan, amalan dan lain-lain.

– PERSIAPAN: Lakukan persiapan sebelum ruqyah, semisal; wudhu, shalat 2 rakaat, baca ayat kursi untuk melindungi ruangan dan al Falaq an Nass sebagai proteksi jiwa.

– DOA: Baca do’a perlindungan dan ruqyah untuk anak sebagaimana Nabi sholallahu alaiyhi wa salam lakukan mengambil berkah sunnahnya. Caranya sederhan, letakan telapak tangan kanan didadanya dan bacakan;
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya; “Ya Allah Tuhan pemelihara manusia. Hilangkan penyakit, sembuhkanlah! Hanya Engkau yang bisa menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan satu penyakit pun”

Kemudian letakan tangan di dadanya dan bacakan;
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Artinya; “Aku lindungi kalian berdua, dengan kalimat Allah yang sempurna dari seluruh gangguan syaitan, bisa/racun binatang dan pandangan mata hasad”.

Ini do’a khusus untuk anak, dalam teks diatas untuk dua anak. Untuk 1 anak laki-laki maka ucapkan; “U’idzuka…” dan untuk 1 anak perempuan ucapkan lahfadz “U’idzuki…” untuk banyak anak; “U’idzukum…”

– AYAT RUQYAH: Selanjutnya dekap bayi dengan penuh keyakinan dan kasih sayang [letakan tangan dipunggung, atau ditempat yang nyaman] dan mulai bacakan ayat-ayat ruqyah group pertama [Al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 163-164, 255-257, 284-286]. Lalu hentikan dan perhatikan kondisi bayi…

– TEHNIK EKSEKUSI: Jika tangisannya semakin kuat maka letakkan tangan didahinya dan saya rekomendasikan surah Al Mulk 1-13. Jika masih menangis, ulang-ulang bagian 3 dan 4 untuk menetralisir Ain. Bisa juga menambahkan surah al Hasyr 21-24 untuk penghancuran penyakit. Jika ia kenas sihir, tambahkan surah Al A’raaf 117-122, Taha 69 dan Yunus 81-82 atau ayat-ayat lain dalam alQur’an yang berkaitan dengan sihir.

– Jika tangisannya sudah menenang. Longgarkan, atau ganti posisi atau cara kita memegangnya lalu bacakan surah Al Fajr 1-30. Atau jika tidak hafal, atau merasa berat baca 27-30 saja, ulang 3 kali untuk memanggil jiwanya kembali.

– CLOSING: Tutup dengan membacakan Al Ikhlas, al Falaq, dan An Nass masing-masing 3x. Tiup dan usapkan keseluruh tubuhnya.

– AIR RUQYAH: Ambil segelas air putih, dan bacakan kepadanya Al Fatihah, Ayat Kursi, Al Kaafirun, al Falaq dan An Nas tiupkan dan do’akan agar jadi penenenang jiwanya, melapangkan dadanya, mengobati penyakitnya, membatalkan sihirnya dan meracun jinnya. Minumkan [boleh ditambah madu, atau menggunakan air zamzam murni lebih baik], dan usapkan kewajahnya [lebih afdhal mandikan, boleh ditambah air hangat].

# Sunnah Dalam Meruqyah Anak.

Sunnah untuk meniup kepada mulut bayi, untuk melaknat syaitannya dan mengalirkan berkah al Qur’an kepadanya. Tiupkan selama 3 hingga 7 kali selama pembacaan group ayat diatas.

# Durasi Teraphy Ruqyah Bayi.

Ucapkan hamdalah ketika ia kembali sehat sebagaimana biasanya. Pujilah Allah azza wa jalla karena tidak ada satu pun kesembuhan kecuali karena atas izin-Nya. Biasanya, durasi teraphy ruqyah untuk anak ini 15 hingga 20 menit saja. Jadi batasi diri kita dalam membacakan ayat, lakukan teraphy sekitar 15 hingga 20 menit saja.

#Tips & Trik Tambahan dalam Meruqyah Bayi.

– Usapkan telapak tangan kita dari dada hingga kaki dan juga tiup pada dahi, wajah, kepala dan dada.

– Kesampingkan perasaan, lakukan sesuai tuntunan. Syaitan biasanya membisiki ayah-ibunya (menambah rasa iba/kasihan kepada buah hatinya) dan menghentikan ruqyah karena tangisan anak semakin kencang. Tipsnya; lakukan teraphi minimal 15 menit, maksimal 20 menit.

– Jika belum sembuh, lanjutkan pencarian benda-benda dan amalan yang menghalangi kesembuhannya. Renungkan tentang dosa-dosa yang menghijab do’a kita hingga tidak tembus kelangit.

– Jika belum sembuh ruqyah di pagi hari, maka lakukan ruqyah di sore hari atau malamnya. Atau esoknya, hingga Allah ridho dengan kesembuhannya.

– Harta haram yang ia makan, adalah salahsatu hal yang membuat anak kita nakal-bebal dan pembantah.

2. Meruqyah Anak-Anak [Usia 2-9 tahun]

Anak-anak relatif lebih sulit daripada bayi, dan tentunya jauh lebih mudah dari remaja dan seterusnya. Meruqyah bayi kita hanya butuh pengetahuan, niat yang kuat, iman dan keteguhan hati (konsisten) dalam melakukan sesuai tuntunan dan mengesampingkan perasaan kasihan dengan tangisannya. Namun meruqyah Anak-anak [usia 2-9thn] ini ada tantangan lain, karena mereka sudah bertenaga. Dan…

Anak-anak yang dikuasa syaitan tenaganya berlipat-lipat lebih kuat, selain itu emosinya mulai berkembang sesuai fitrahnya. Mereka bisa dongkol, marah, dendam, trauma bahkan menolak ruqyah itu sendiri. Sehingga kita harus cerdas dalam mempengaruhi fikiran dan melunakan qalbunya.

BAGAIMANA MERUQYAH ANAK?

Ruqyah Syariyyah merupakan tehnik pengobatan yang umum, sementara penyakit adalah something personal (sesuatu yang pribadi). Jadi, tentu ada perbedaan dalam setiap ruqyah untuk setiap pribadi yang berbeda meski secara umum tehnik ruqyah itu sama saja.

Berikut adalah beberapa tahapan dan bimbingan dalam meruqyah Anak-anak:

Sebelum pembacaan ayat-ayat ruqyah dimulai, fahamkan dan libatkan ia dalam proses persiapan hingga tahapan teraphy mandirinya nanti. Gunakan kata-kata yang persuasif dan menarik mereka. Misalkan “Ade, kaka do’ain ya agar sakitnya sembuh” jangan gunakan kalimat; “Anak kecil, sini ruqyah supaya syaitannya pergi dari tubuhmu”.

Jika perlu, mintalah maaf atas sikap kita selama ini barangkali membuat ia trauma selama ini [secara tidak kita sadari]. Beritahukan, bahwa kita sedang berupaya mengobati dan mengangkat masalahnya. Anak suka dihargai, masalah dan perasaan mereka tidak jauh dari cara kita menyayanginya dan perlakuan lingkungan pendidikannya dan tempat ia bermain.

1. Lakukan hal yang sama, pada tahap persiapan, do’a, closing, air ruqyah sebagaimana meruqyah bayi diatas.

Tambahannya, lakukan shalat taubat [ayah dan ibunya] atas kemungkinan dosa syirik atau dosa besar lainnya yang dilakukan dimasa lalu sehingga melahirkan kesulitan ini.

2. Ayat-Ayat ruqyah yang dibacakan adalah ayat-ayat ruqyah lengkap:  Al Fatihah, Albaqarah: 1-4, 163, 255 dan 284-286, Ali Imran 18, Al A’raaf: 54, Al Mukminun: 116, Al Jin 3, Ash Shaffaat 1-10, Al Hasyr 22-24, Al Ikhlash, – Al Falaq dan – An Naas.

3. Durasi, sekitar 30 menit atau jangan lebih dari 45 menit.

4. Tehnik tambahan; sentuhkan telapak tangan pada dadanya dan tangan kiri pada pundak/tengkuk/leher atas. Jika ia dibawah lima tahun, cukup sentuh di dadanya [dekap dari belakang, atau sesuai kondisi nyamannya]

Untuk eksekusi atau upaya melakukan pengeluaran jin dari tubuhnya [saat tubuhnya mulai bergetar, menangis dll], lakukan tepukan ringan pada dada, punggung dan pundaknya sambil berkata; ‘Ukhruj Ya ‘Aduwallah’, artinya; ‘Keluarlah kamu wahai musuh Allah!’

Jika anak keraksukan, kondisi tidak sadar, berguncang, berubah menyerupai binatang, mengaum, guling-guling, kejang dan lain-lain maka lakukan pengusiran dengan lebih tegas lagi (menepuk lebih keras dan menghardik dengan kalimah diatas).

5. Jika tidak sadar lebih dari 1 jam, buatkan air ruqyah dan cipratkan atau siram kewajahnya.

6. Kenalkan, ajak ia belajar, memahami dan mengamalkan dzikir pagi dan petang bersama ayah dan ibunya. Jangan beri akses bebas di internet, batasi games, music, televisi dan awasi pergaulannya.

7. Berikan lingkungan yang kondusif [sekolah sunnah, pondok moderen, atau setidaknya kenalkan kepada kursus/sekolah/tahfidz Al Qur’an] agar memiliki kekuatan untuk melawan syaitan yang menguasainya.

3. Meruqyah Remaja [10-17 tahun]


Meruqyah remaja, sebenarnya sama dengan meruqyah orang dewasa secara umum. Namun, berhati-hatilah dalam menyikapi reaksinya, jika ia keraksukan. Karena anak usia remaja sangat-sangat-sangat labil. Sehingga syaitan akan menguasai ia secara total. Berikut ini saran dan beberapa tuntunan untuk memudahkan/akselerasi kesembuhannya:

1. Persiapan: lakukan hal yang sama pada tahap persiapan, do’a, closing, air ruqyah sebagaimana meruqyah anak diatas.

2. Kenali sebab gangguan.

Libatkan anak untuk melakukan shalat taubat [ayah, ibu dan juga anaknya]. Sebab mungkin saja remaja sudah melakukan dosa syirik atau dosa besar lainnya yang dilakukan dimasa lalu sehingga melahirkan kesulitan ini.

Anak bisa saja melakukan kesyirikan, meski itu tidak sampai syirkul akbar karena ketidak tahuannya semisal; melakukan ramalan (baca fikiran temannya), menggunakan indra ke-enamnya (sixth-sence), indigo, bisa mengobati dengan bantuan syaitan, belajar tenaga dalam dalam, kebatinan, pernafasan di extrakurikuler disekolahnya..

Anak remaja juga bisa melakukan dosa-dosa besar, semisal durhaka pada orangtua, mencuri, meminum khamar, berjudi, berzina, dll. Catatan; khusus untuk dosa durhaka pada orang tua, si anak wajib minta maaf dan ayah-ibu harus meridhokannya untuk membantu kesembuhan anaknya.

3. Ayat-Ayat ruqyah yang dibacakan adalah ayat-ayat ruqyah lengkap  [lihat point sebelumnya] disertai beberapa tambahan yang diperlukan. Ini opsional, tetap yang terbaik adalah menggunakan ayat-ayat yang disunahkan. Jika koleksi ayat-ayatnya kurang, bisa ulang 2 hingga 3 putaran.

4. Durasi, sekitar 45 menit hingga 1 jam atau sesuai kondisi.

5. Tehnik tambahan: untuk eksekusi, sama seperti orang dewasa. Selengkapnya ikuti pelatihan ruqyah syariyyah, di kota terdekat. Atau baca-baca di www.rehabhati.com

6. Kenalkan, ajak ia belajar, memahami dan mengamalkan dzikir pagi dan petang secara istiqomah. Perintahkan ia untuk menegapkan shalat, memutuskan pacarnya, menjauhi berbagai bentuk zina, buang perangkat gamesnya. jauhkan dari music, televisi dan awasi teman-teman dan pergaulannya.

7. Jika bayi itu kuncup putik pada bunga, maka anak-anak itu adalah rekahan bunga dan anak remaja ini adalah buah yang baru saja terbentuk. Kita tidak bisa mengubahnya tiba-tiba, kita tidak bisa sekedar mendorong atau menuntunnya; namun kita harus mendekapnya hingga ia terbentuk sesuai dengan harapan.

Qalbu itu bagaikan akar, dan jasad ini adalah batang pohonnya. Jika akarnya kuat maka batangnya pun kokoh, rantingnya lebat, dunnya rimbun bunganye bermekaran, buahnya ranum dan bijinya pun unggul. Dari sana akan terlahir generasi emas yang akan mengembalikan Islam pada kejayaannya.




Baca Juga:

Rabu, 14 Juni 2017

Karena Dibiasakan Orang Tua, "Maka Organ Tubuh Bayinya Rusak". Sering Dialami Bayinya Tapi Tidak Disadari...

Karena Dibiasakan Orang Tua, "Maka Organ Tubuh Bayinya Rusak". Sering Dialami Bayinya Tapi Tidak Disadari...
Kalau Sayang anak itu jangan sampai membahayakan anak. Jangan sampai karena terlalu sayang, anak malah jadi tersiksa hingga membahayakan dirinya. Seperti kebiasaan ibu ini dan hati-hati kebiasaan ini juga sering ibu-ibu lakukan! Dikutip dari cerpen, suatu pagi, ibu yang bernama Xiaowen dan suaminya menemukan suhu tubuh anaknya sangat tinggi dan terlihat begitu lemah. Mendapatinya, mereka langsung membawanya ke rumah sakit. Awalnya mereka mengita kalau itu hanya demam biasa. Tapi yang terjadi adalah kegagalan organ anaknya, dan ini sangatlah membahayakan jiwa anak

Mendengarnya, Xiawen hampir pingsan. Dia tidak mengira padahal anaknya begitu dia jaga, bagaimana bisa mendapat penyakit serius? Ternyata kata dokter anaknya mengidap sindrom lembab. Sehingga dia harus dibungkus dengan pakaian tebal, ditambah ruangan yang berisi ibu, ayah dan ditutup jendelanya. Kan sama saja dengan sauna. Apalagi bayinya masih kurang dari 6 bulan.

Lingkungan yang panas, berkeringat sebenarnya merasakan hal yang sangat bertolak belakang dengan yang dirasakan orang dewasa. Sehingga dalam hal ini, anak-anak akan mulai demam tinggi berkepanjangan dan anak mengalami kekurangan oksigen yang harusnya mengalir ke jaringan otak. Ini tidak hanya membahayakan bayi tapi juga dapat mengancam nyawanya. Xiawen tidak pernah meninggalkan bayinya sejak bayinya itu lahir, karena takut kednginan. Padahal rumahnya sudah terpasang pemanas, ditambah membungkusnya dengan 2 lapis selimut tebal. Padahal kegiatan itu sangatlah berbahaya apalagi bagi seorang bayi. Dia begitu menyesal mendapati bayinya terbaring di inkubator.


Semoga kejadian ini mejadi peringatan buat ibu-ibu saat menjaga anaknya agar tidak memberi kehangatan yang berlebihan pada anak. Apalagi kalau sempit-sempitan dengan orang tua. Kita saja tidak nyaman jika sempit-sempitan, apalagi bayi. Jangan membungkusnya terlalu ketat ya, dan perhatikan pula ventilasi di ruangan anak

Selasa, 13 Juni 2017

Kisah “Surat Kecil Untuk Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat Yang Ditulis Sang Anak Sangat Mengetuk Pintu Hati Bunda...

Kisah “Surat Kecil Untuk Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat Yang Ditulis Sang Anak Sangat Mengetuk Pintu Hati Bunda...
“Saat mendengar anak kami membacakan diarinya, aku dan suami awalnya masih bisa tertawa, namun tiba-tiba kami merasa malu”, ucap ibu ini kepada kami, setiap pulang kerja.

Dia dan suaminya selalu melihat HP mereka, melihat berita maupun Facebook, terkadang anaknya disamping  ingin ditemani membuat PR, namun tetap saja dicuekin. “Tidak terpikirkan bahwa sikap kami dapat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak kami.”, kata ibu ini. Kelak ia kan melepaskan HPnya dan menemani anaknya.


Saat di sekolah, anak yang masih duduk dibangku SD ini mengatakan, “makan lihat HP. Aku mengerjakan PR, mereka main HP. Saat hendak tidur, masih duduk di kasur sambil main HP.” terkadang melihat kedua orangtuanya selalu main HP, dia jadi ingin buru-buru menyelesaikan PRnya dan pergi bermain juga.

“Aku rasa mama lebih mencitai HP, dan lebih perhatian pada HP.”, ucap anak SD ini. Terkadang saat ibunya bermain HP, ia berteriak berapa kali pun ibunya tak mendengar dan menjawabnya. Ya betul seperti itu, terkadang malah melihat HP didepan anak kami”, kata ibu yang lain.

Terkadang saat anak kami mengerjakan PR, ia akan duduk disamping sambil melihat HP, pikirnya yang penting tidak berisik dan mengganggu, tak disadari bahwa sikap seperti ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Lain kali pasti harus berubah, setidaknya tidak bermain HP di depan anak-anak.”, begitu kata sebagian besar orang tua.

Berikanlah Lebih Banyak Waktu Untuk Menemani Anak
Seorang ahli mengatakan bahwa diari seorang anak biasa menggambarkan banyak kondisi orang tuanya.

Saat ini banyak sekali orang tua yang saat pulang ke rumah, langsung melihat HP, bermain Facebook, browsing, nonton drama korea dan menghabiskan watunya di layar HP, jauh lebih lama daripada menemani anaknya.

Untuk orang tua, ingatlah bahwa “teladan” sangat penting. Orang tua sebagai “guru pertama” bagi anak-anak, jika selalu bermain HP, anak akan mengikuti orang tuanya, diusia kecil sudah “dikontrol oleh HP”, dapat mempengaruhi kesehatan juga.

Selain itu, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak akan kehilangan “rasa kasih sayang”, kehilangan “kekuatan kasih” dan membuat anak menjadi kesepian dan pemalu.

Sebaiknya dapat membagi waktu dan peran juga antara suami istri. Saat suami sedang sibuk bekerja dan memerlukan HP, istri harus menjaga anaknya, menemani belajar dan bermain.

Saat istri bermain HP, suami dapat membawa anaknya pergi olahraga, dll. Dan juga dapat diterapkan aturan seperti, akhir minggu tidak boleh menggunakan HP.

Beginilah isi surat anak kecil tersebut kepada orangtuanya,


“Bulan 3, tanggal 8, hari Selasa. Ini adalah hari ibu.

Hari ini aku ingin berterima kasih pada mama, setiap hari sangat sibuk dan bersusah payah.


Awalnya, aku ingin bercerita pada mama, tapi sepertinya mama tidak begitu suka mendengar cerita ku. Terus menatap HPnya.


Ini membuat aku sedih. Aku berpikir, mungkin dengan memberikan ucapan-ucapan selamat, mama akan lebih senang.


Jadi, aku mengucapkan selamat hari ibu pada mama, namun mama tetap saja melihat HPnya. Aku semakin sedih lagi. Alu berpikir, cara ini pun tak berhasil, aku coba memijat punggung mama.


Saat mulai memijat punggung, aku berusaha sekuat tenaga, tapi mama tetap saja mama melihat HPnya. Diwajahnya tak ada senyuman. Aku semakin sedih lagi, bersiap mencuci kaki mama ku.


Setelah mencuci kakinya, mama akhirnya tidak melihat HP lagi, hatiku sedikit senang. Aku berusaha mencuci sebaik mungkin.


Setelah selesai, aku berharap mendapat sedikit pujian, namun mama malah mengatakan, “hari ini cuci kakinya lumayan, disiram sedikit lagi sudah boleh.” lalu mama keluar dari kamar, sebelum menutup pintu, tidak lupa ia mengatakan, ‘jangan lupa menulis diari’.


Inilah cerita sedih ku melewati hari ibu.”


Hikmah yang dapat diambil: Jadilah orang tua yang bijak dan berikan waktu mu pada anakmu, dan bukan HP. Jangan lupa dibagikan juga pada yang lain

Selasa, 30 Mei 2017

Wahai Para Istri....Inilah tanda suami mencintaimu....No 3 bikin Hatimu Meleleh..

Suami dan Istri harus saling menghargai satu sama lain bukan perkara mudah. Berikut tanda-tanda suami sayang dan mencintai istrinya:

1. Suami Menempatkan Kenyamanan Istri sebagai Prioritas Utama

Suami selalu berusaha membuat istri merasa nyaman dan merasa diperhatikan saat berada disampingnya. Hal-hal kecil yang biasa dilakukan demi membuat istri merasa nyaman antara lain: menemani istri saat berbelanja,membukaan pintu mobil saat istri akan naik, dll.

2. Suami Selalu Ingin Terlihat Bersama-sama

Mungkin suami bukan termasuk tipe pria yang romantis dan sentimentil, tetapi jika suami selalu ingin bersama saat makan, saat jalan-jalan atau sekedar keluar rumah di akhir pekan. Itulah sikap yang ditunjukkan suami untuk mengatakan bahwa dia mencintai anda.

3. Suami Terlihat Bahagia Bila Sedang Bersama Istri

Suami akan lebih merasa bahagia saat bersama anda istrinya dibandingkan berkumpul dengan teman-temannya.

4. Suami Mau Menerima Masukan dan Nasehat Istri

Kadang ada suami yang merasa bahwa dia sebagai kepala keluarga harus selalu diikuti semua aturan dan keinginannya. Apabila suami mau menerima masukan dan nasehat istri, ini menunjukkan bahwa suami mencintai anda.

5. Suami Bisa Memahami apa Keinginan Istri

Walau suami bukan ahli nujum, tetapi dengan lamanya waktu berinteraksi dengan istri pastinya suami akan faham tentang apa keinginan istri. Hal-hal apa yang disenangi dan tidak disenangi oleh istri.


6. Suami Bersedia Berbagi Pekerjaan Rumah Dengan Istri

Tidak jarang para suami merasa bahwa pekerjaan rumah adalah tugas istri, hal itu tidak benar karena namanya berumah tangga itu saling bahu membahu dalam kegiatan apapun termasuk kegiatan menghandle pekerjaan rumah. Bagi suami yang dengan senang hati ikut membantu pekerjaan rumah dengan senang hati, itu salah satu bukti bahwa suami mencintai istrinya.



Selasa, 09 Mei 2017

Astagfirullah...70 Persen Masalah Rumah Tangga Akibat Gagal Komunikasi

Astagfirullah...70 Persen Masalah Rumah Tangga Akibat Gagal Komunikasi
Awalnya bercakap-cakap biasa dengan pasangan, akhirnya malah berujung pertengkaran. Anda pernah mengalami hal yang tak mengenakkan tersebut? Hati-hati, jika pertengkaran tersulut, tak jarang kata-kata buruk pun keluar dan akan sangat menyakitkan untuk diingat.
Konselor dan trainer Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang juga penulis buku seri Wonderful Family, Cahyadi Takariawan, S.Si, Apt,mengungkapkan bahwa 70% persoalan suami istri dipicu oleh kegagalan komunikasi.

Antisipasi Perbedaan Sejak Awal
Jika komunikasi yang sehat adalah salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga, maka pertengkaran menjadi unsur yang paling merusak hubungan. Mengapa? Pertengkaran kerap timbul ketika pasangan sering merasakan ketidakcocokan atau tidak sekufu satu sama lain.
Apa itu sekufu? Dalam Islam, kufu adalah kesepadanan. Walau tidak termasuk dalam rukun nikah, tapi ia dipandang perlu karena bisa menumbuhkan keharmonisan pernikahan. Idealnya, masalah sekufu sudah melalui pertimbangan yang masak sejak awal menikah. Karena jika ini diabaikan, ia bisa berpotensi menghambat komunikasi pasutri di kemudian hari. Faktor kekufuan ini antara lain, perbedaan tingkat intelegensi dan pendidikan, jauhnya perbedaan usia, perbedaan latar belakang satus sosial, dan yang paling penting adalah perbedaan prinsip hidup dan beragama.
Hikmahnya, menurut Cahyadi, “Komunikasi menjadi lebih terbuka dan lancar jika pasangan sekufu. Bicara lebih nyambung, tanpa sekat, dan tanpa beban ‘kelas’.”
Kecuali perbedaan masalah agama yang tak bisa ditolerir dalam Islam, banyak pasangan yang tetap melangsungkan pernikahan walau tidak sekufu. Alasan cinta, menikah karena ibadah atau dakwah dan lainnya, kerap meneguhkan mereka memasuki jenjang pernikahan di tengah perbedaan. Namun keteguhan ini, jika tidak diiringi dengan antisipasi komitmen dan komunikasi yang sehat sejak awal, maka perlahan akan membuat pernikahan rapuh.
Memang tak ada rumah tangga yang bebas dari pertengkaran. Karenanya seiring pernikahan, kesepadanan itu tetap harus dicari, ditumbuhkan, dan ditemukan, bahkan setelah berpuluh tahun membina rumah tangga.

Bersama Hindari Badai
Kehidupan manusia yang dinamis dan zaman yang terus berubah tak ayal mengubah kehidupan seseorang. Gaya hidup, pola pikir, kepentingan, orientasi pun bisa berubah. Maka tidak heran, belasan tahun menikah baru timbul ketidakcocokan. Jika pernikahan tidak dilandasi dasar yang kokoh seperti komitmen ibadah dalam mempertahankan rumah tangga, maka perubahan-perubahan yang terjadi tadi akan menjadi badai tak berkesudahan bagi pernikahan. Bagaimana menghadapi badai dalam relasi suami istri ini?

  •   Tuntutan ekonomi
Rumah tangga yang tak ditopang dengan nafkah yang memadai sangat mungkin goncang. Masalah ekonomi menjadi pemicu terbesar kasus perceraian di banyak daerah di Indonesia.
Menyikapinya, Cahyadi mengatakan bahwa istri berhak meminta nafkah dari suami karena nafkah memang menjadi kewajiban suami. “Namun jika suami tidak mampu mencari nafkah disebabkan udzur syar'i misal sakit parah atau kendala manusiawi seperti dipenjara, tentu istri tidak patut menuntut kepada suami,” jelas trainer dan Konselor Jogja Family Center (JFC) ini. Agar bisa melalui badai bersama, dibutuhkan sikap keterbukaan dan kebersamaan dalam mencari solusi. Misalnya dengan istri ikut bekerja atau berwirausaha, bersama menguatkan lagi ibadah kepada Allah, seraya tetap saling menghargai satu sama lain.

  •   Ujian kesetiaan dan cemburu
Era media sosial yang memudahkan seseorang terhubung dengan sosok masa lalu juga teman-teman baru, ditambah peningkatan taraf hidup, membuat kesetiaan dan perselingkuhan menjadi ujian baru bagi rumah tangga kini. Namun tak bisa dianggap tidak setia, menurut Cahyadi, sepanjang proses yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. “Namun jika kita punya bukti bahwa pasangan selingkuh, wajib diingatkan dan ditegur dengan cara yang baik, jangan dibiarkan karena itu pelanggaran,” tegasnya.
Khusus bagi yang rentan terserang cemburu, pahami bahwa pasutri memang harus mempunyai rasa cemburu, namun mestiproporsional. Rasulullah saw pun melarang cemburu yang berlebihan. Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, cukup bagimu Shafiyyah, dia itu begini dan begitu (pendek).” Rasulullah menjawab, “Sungguh engkau telah mengucapkan satu kata, yang seandainya dicampur dengan air laut, niscaya akan dapat mencemarinya.” (HR Abu Dawud).

  •   Kehidupan seks yang tak membahagiakan
Walau banyak yang lebih penting dari aktivitas seks dalam relasi pasutri, namun mengabaikannya bisa mengurangi kasih sayang. “Seks harus bisa dinikmati bersama oleh pasangan suami istri, maka perlu keterbukaan jika ada masalah dalam hal ini,” saran Cahyadi. Karena, lanjutnya, jika hasrat seksual tidak terpenuhi, akan memicu ketegangan jiwa. Dampaknya bisa luas, lebih emosional, bersifat labil, mudah tersinggung, sulit konsentrasi, dan yang lebih membahayakan lagi, jika tergoda untuk menyalurkan hasrat secara menyimpang. 

Jangan Bertengkar
Ujung dari komunikasi yang sehat adalah sedikitnya perselisihan atau pertengkaran, ini yang harus dicapai agar pernikahan sehat. Seringnya konflik bukan saja menyakiti perasaan, tapi juga memperburuk hubungan. Diskusikan masalah yang timbul dengan terbuka, tanpa bertengkar atau menyulut konflik.

Mengumbar kemarahan dengan perang terbuka bisa memadamkan cinta. Sedangkan terbiasa menekan perasaan untuk menghindari perselisihan juga tidak sehat, sebab akan membuat cinta kasih hambar karena selalu tertekan. Carilah kesimbangan di antara keduanya, kapan sesuatu harus diungkapkan dan kapan harus dilupakan, bukan dipendam. Keberhasilan pasutri mengelola ego dan emosi menjadi cara efektif untuk menjaga komunikasi sehingga rumah tangga aman dari pertengkaran.



Baca Juga: