Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN ANAK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juni 2017

Untuk Para Ibu "Jangan Taruh Anak Anda di Troli Belanja!" Ini Bahayanya ..

Untuk Para Ibu "Jangan Taruh Anak Anda di Troli Belanja!" Ini Bahayanya ..
Belanja ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari adalah tugas umum seorang ibu. Dan bagi yang membawa anak-anak, menempatkan anak mererka di keranjang belanja, adalah cara paling nyaman dan membiarkan tangan bebas untuk mengambil apapun di rak.

Anak-anak pun nyaman dan menikmatik ketika berada di troli, mereka seperti menunggang kuda atau nyetir mobil. Tapi ada satu hal paling penting yang perlu ibu-ibu di planet ini waspada. Bersalah? Mungkin setelah membaca ini, Anda tidak akan melakukan hal yang sama lagi. Lihat lebih dekat pada cerita ini.


Ini adalah kisah nyata seorang ibu bernama Vivianne.

Sama seperti hal biasa yang dia lakukan setiap minggu, Vivianne pergi ke toko makanan dimana dia pergi secara teratur membawa Logan, anaknya. Dia meletakkan Logan di dalam keranjang belanja dan terus membeli belanjaan. Waktu itu Logan sedang membawa mainan yang sedang dimainkannya sementara Vivianne sedang sibuk melakukan putarannya di dalam toko.

Sedangkan untuk anak-anak yang sedang bermain, Logan sengaja menggaruk gusinya dengan mainan yang dipegangnya saat berada di dalam gerobak. Butuh waktu hampir setengah jam bagi Vivianne untuk menyelesaikan belanja, lalu mereka pulang ke rumah. Saat mereka sampai di rumah, Logan meraih botol makanannya dan tertidur pulas. Hal biasa dia lakukan. Sore harinya, sekitar jam 2 siang, Vivianne bertanya-tanya mengapa Logan belum bangun, jadi dia memeriksa anaknya dan menyadari bahwa dia demam, berkeringat tanpa henti dan sedang dalam tidur nyenyak.


Tiga puluh menit kemudian, Logan muntah begitu Vivianne membawanya ke rumah sakit. Setelah Logan diperiksa oleh dokter, diagnosis pun dilakukan dan ternyata Logan menderita empat virus yang mengancam nyawa yang diperolehnya secara positif di keranjang belanja yang terakhir digunakan.

Keempat virus yang ditemukan adalah adenovirus, rotavirus, salmonellosis dan meningitis. Mereka bahkan tidak bisa membuktikan mengapa Logan terserang penyakit itu begitu cepat?

Vivianne menjelaskan bahwa, virus yang ada di troli yang didapat anaknya didapat dari virus dari orang lain yang sedang sakit dan menggunakan gerobak yang sama dengan yang dia gunakan.

Setelahnya, Logan menderita diare parah, namun sayangnya, dia meninggal setelah dua hari. Setelah kejadian tersebut, Vivianne memulai sebuah kampanye untuk membuat ceritanya diketahui dan memperingatkan semua ibu tentang risiko menempatkan anak-anak mereka di dalam keranjang belanja.

Semoga ini menjadi pembuka mata bagi semua ibu.

Adenovirus:
Virus yang bisa menginfeksi selaput saluran pernafasan, mata, usus, saluran kencing dan sistem saraf.

Rotavirus:
Rotavirus adalah penyebab paling umum dari peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan diare berat.

Salmonellosis:
Salmonellosis adalah penyakit bakteri pada saluran usus.

Meningitis:
Meningitis adalah pembengkakan selaput. Ini memicu sakit kepala, demam dan leher kaku.




Rabu, 14 Juni 2017

Karena Dibiasakan Orang Tua, "Maka Organ Tubuh Bayinya Rusak". Sering Dialami Bayinya Tapi Tidak Disadari...

Karena Dibiasakan Orang Tua, "Maka Organ Tubuh Bayinya Rusak". Sering Dialami Bayinya Tapi Tidak Disadari...
Kalau Sayang anak itu jangan sampai membahayakan anak. Jangan sampai karena terlalu sayang, anak malah jadi tersiksa hingga membahayakan dirinya. Seperti kebiasaan ibu ini dan hati-hati kebiasaan ini juga sering ibu-ibu lakukan! Dikutip dari cerpen, suatu pagi, ibu yang bernama Xiaowen dan suaminya menemukan suhu tubuh anaknya sangat tinggi dan terlihat begitu lemah. Mendapatinya, mereka langsung membawanya ke rumah sakit. Awalnya mereka mengita kalau itu hanya demam biasa. Tapi yang terjadi adalah kegagalan organ anaknya, dan ini sangatlah membahayakan jiwa anak

Mendengarnya, Xiawen hampir pingsan. Dia tidak mengira padahal anaknya begitu dia jaga, bagaimana bisa mendapat penyakit serius? Ternyata kata dokter anaknya mengidap sindrom lembab. Sehingga dia harus dibungkus dengan pakaian tebal, ditambah ruangan yang berisi ibu, ayah dan ditutup jendelanya. Kan sama saja dengan sauna. Apalagi bayinya masih kurang dari 6 bulan.

Lingkungan yang panas, berkeringat sebenarnya merasakan hal yang sangat bertolak belakang dengan yang dirasakan orang dewasa. Sehingga dalam hal ini, anak-anak akan mulai demam tinggi berkepanjangan dan anak mengalami kekurangan oksigen yang harusnya mengalir ke jaringan otak. Ini tidak hanya membahayakan bayi tapi juga dapat mengancam nyawanya. Xiawen tidak pernah meninggalkan bayinya sejak bayinya itu lahir, karena takut kednginan. Padahal rumahnya sudah terpasang pemanas, ditambah membungkusnya dengan 2 lapis selimut tebal. Padahal kegiatan itu sangatlah berbahaya apalagi bagi seorang bayi. Dia begitu menyesal mendapati bayinya terbaring di inkubator.


Semoga kejadian ini mejadi peringatan buat ibu-ibu saat menjaga anaknya agar tidak memberi kehangatan yang berlebihan pada anak. Apalagi kalau sempit-sempitan dengan orang tua. Kita saja tidak nyaman jika sempit-sempitan, apalagi bayi. Jangan membungkusnya terlalu ketat ya, dan perhatikan pula ventilasi di ruangan anak

Selasa, 18 April 2017

Perlu Diketahui Dampak Bentakan Terhadap Perkembangan Otak Anak

Perlu Diketahui Dampak Bentakan Terhadap Perkembangan Otak Anak

Life Pedia - Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psikologisnya. Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh?. Menurut penelitian, satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan dapat membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.
Perilaku anak yang menjengkelkan kerapkali membuat orang tua kehilangan kendalinya sehingga meluapkan emosinya melalui bentakan atau teriakan pada anak. Berteriak pada anak dapat menyebabkan kerusakan fisiologis disertai konsekuensi jangka panjang. Anak-anak yang sering dibentak cenderung menjadi takut dengan orang tua mereka sendiri. Hal tersebut dapat menciptakan ketidakpercayaan anak terhadap orang tua mereka sendiri.
Hasil penelitian Lise Gliot, seorang pakar biologi dan anatomi sel Chicago Medical School, Amerika Serikat, menyimpukan bahwa suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang berkembang terutama pada anak yang masih dalam pertumbuhan otak di masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan). Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak akan terbentuk indah.
Bentakan atau teriakan menghasilkan gelombang suara. Bentakan yang disertai emosi seperti saat marah menghasilkan suatu gelombang baru. Emosi negatif seperti marah menciptakan gelombang khusus yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak sehingga menciptakan gelombang ketiga dengan efek destruktif terhadap sel-sel otak. Hanya dengan satu bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target kemarahan akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini. Hal ini terjadi karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana gelombang suara dan langsung ditangkap oleh otak sebagai gelombang otak.
Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran kemarahan. Remaja dan orang dewasa tidak mengalami kerusakan yang signifikan seperti pada anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan. Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun dan cenderung lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya hal tersebut merupakan akibat dari sel-sel otak yang aktif hanya sedikit dari yang seharusnya.
Marah tidak hanya mengganggu otak, tapi juga dapat mengubah fungsi organ tubuh. Seluruh jalan fungsi tubuh yang alamiah berubah pada waktu marah. Berdasarkan penelitian ilmiah, marah dapat menimbulkan berbagai perubahan dalam seluruh anggota tubuh seperti hati, pembuluh darah, perut, otak dan kelenjar-kelenjar dalam tubuh.
Darah memiliki hormon cortisol yang biasanya meningkat dalam keadaan stres atau marah. Kadar hormon cortisol yang tinggi bisa merusak otak sebagai pusat memori. Hal inilah yang membuat orang pemarah cenderung menjadi pelupa. Oleh karena itu, ketika anak marah, untuk mengontrol emosinya, disarankan untuk merangkul, memeluk, mencium, atau mengusapnya dengan lembut. Semua sentuhan akan meningkatkan otak untuk memproduksi oksitosin atau hormon cinta.  Jika produksi oksitosin meningkat, hal tersebut dapat menekan cortisol sehingga seseorang bisa berpikir lagi dengan jernih. Oksitosin dalam hal ini dilepaskan sebagai respons terhadap kontak sosial terutama kontak fisik. Hormon ini dilepaskan setiap kita memeluk anak atau bayi, terutama pada saat menyusui. Kontak fisik yang teratur dan terus menerus dari orang tua cenderung akan membuat anak merasa aman dan nyaman.

 Baca Juga :








Berikut Cara Mengatasi Pilek dan Batuk Pada Anak

Berikut Cara Mengatasi Pilek dan Batuk Pada Anak

Life Pedia – Pilek dan batuk (atau juga sering disebut Flu) sangat rentan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh mereka masih dalam tahap tumbuh kembang. Penyebabnya kadang sepele, misalnya karena kedinginan mereka bisa langsung pilek. Mungkin Anda berpikir, pengobatan menggunakan obat flu atau batuk sangat diperlukan untuk menyembuhkan anak Anda. Tetapi, salah satu dokter anak, Jay L. Hoecker, M.D., tidak menyarankan pengobatan dengan obat flu atau batuk pada anak di bawah 2 tahun karena cukup berisiko. Tetapi, tentunya anak kita perlu mendapatkan solusi untuk menangani masalah yang menyerang anak Anda.
Harus dipahami bahwa obat batuk dan flu tidak efektif untuk menyembuhkan penyebab pokok pada pilek dan batuk yang menyerang anak-anak. Justru, efek samping yang akan ditimbulkan jauh lebih berbahaya ketimbang manfaatnya. Efek samping yang bisa saja terjadi adalah peningkatan denyut jantung bahkan sampai kejang-kejang. Untuk penggunaan obat flu dan batuk pada anak berusia 2 tahun ke atas masih jadi perbincangan. Masih menurut Jay, untuk memberikan obat pada anak 2 tahun ke atas, Anda harus benar-benar berhati-hati dalam memperhatikan aturan minumnya. Jangan sampai anak Anda mengkonsumsi dua obat atau lebih yang mempunyai bahan aktif yang sama seperti pereda nyeri, dekongestan dan antihistamin. Terlalu banyak bahan aktif sama yang dikandung akan meningkatkan risiko over dosis.
Sebisa mungkin hindari menggunakan antibiotik karena antibiotik berfungsi untuk mematikan bakteri yang menyebabkan infeksi. Antibiotik tidak akan bekerja untuk pengobatan flu dan batuk, justru semakin banyak mengkonsumsi antibiotik, anak Anda semakin rentan mengalami sakit yang disebabkan infeksi bakteri di masa mendatang karena anak mengalami resisten antibiotik (bakteri penyebab infeksi kebal terhadap antibiotik). Sebenarnya, dalam kasus pilek tidak ada pengobatan, hanya ada peredanya saja. Jika Anda memutuskan untuk tidak menggunakan obat dalam mengatasi masalah pilek dan batuk anak Anda, Anda mungkin harus mempertimbangkan hal-hal ini :
·  Pereda berupa cairan
Anda bisa memberikan minuman ataupun sup kepada anak Anda. Banyak dokter menyarankan untuk meredakan pilek menggunakan minuman hangat. Mungkin Anda bisa membuatkan anak Anda sup ayam hangat untuk membantu meringankan inflamasi.
·  Mendorong batuk
Batuk dapat membersihkan berbagai lendir dan kotoran yang ada pada saluran pernafasan anak Anda.
·  Gunakan bola hisap
Bagi anak yang belum bisa diajak berkomunikasi, Anda bisa menggunakan bola hisap untuk menyedot lendir dari hidung atau kerongkongan anak Anda. Biasanya, alat ini digunakan oleh dokter untuk menyedot lendir bayi yang baru dilahirkan.
·  Gunakan tetes hidung
Obat ini fungsinya untuk mengencerkan lendir di hidung anak Anda dan membuatnya longgar untuk bisa bernafas.
·  Bimbing anak Anda istirahat cukup
Untuk sementara, mungkin Anda harus membatasi anak Anda untuk tidak bermain di luar dan beraktifitas seperti biasa layaknya anak-anak lain. Biarkan dia istirahat untuk beberapa waktu sebagai masa penyembuhan.