Tampilkan postingan dengan label Umat Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umat Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Mei 2017

MASIH ING4TKAH KAMU D3NGAN G4DIS YANG S3MPAT GEGERKAN FB INI?WOOOOW TANP4 DI DUGA SEPERTI INI NASIBNYA SEKARANG..

FB kembali digegerkan dengan beredarnya foto hot seorang gadis berhijab yang tengah
b3rc1nt4. Foto hot itu pertama kalinya diunggah oleh akun FB Cherin Purnamae. Foto Hot di FB itu selekasnya menghebohkan netizen.




Selain mengunggah foto hot ke FB, Cherin juga memasukkan info “kurang ajar gk sih, gk punyai otak”. Setidaknya ada tiga foto yang diunggah
Cherin ke FB dan berhasil gegerkan warga FB. Dalam foto itu terlihat seorang perempuan yang gunakan hijab tengah b3rc1nt4 dengan kekasihnya di semak-semak kebun kelapa sawit.
Di salah satu foto FB si wanita berhijab tengah duduk dan buka celana yang dipakainya. Foto ke-2 gadis itu hanya kenakan atasan dan jilbab saja tengah celananya sudah dilepaskan. Gadis itu terlihat tengah duduk di semak-semak. Yang buat warga FB geram dengan tingkah gadis itu yaitu di foto ketiga.
Foto FB yang ketiga memerlihatkan gadis berhijab tengah b3rc1nt4 dengan kekasihnya. Dalam foto hot itu terlihat si gadis ada di bawah pria yang mengenajan baju warna biru. Dalam sekejab tulisan FB Cherin segera banjir komentar dari netizen. Foto FB itu juga telah diberikan berkali-kali oleh pemakai media sosial Facebook.
Banyak netizen yang menghujat tingkah gadis berhijab dan si pria yang kerjakan jalinan layak ditempat umum. Satu di antara netter yang begitu emosi saksikan foto vulgar di FB berkomentar bila orang di foto itu kerjakan didepannya makan akan dibakar hidup-hidup. Pengguna FB lain juga berikan komentar tulisan Cherin dan engatakan bila orang yang ada di foto vulgar itu tidak punyai otak. Salah seorang pemakai FB yang terlihat risih dengan komentar beberapa netizen menyampaikan bila didunia ini tak ada yang sempurna dan kesempurnaan hanya miliki Allah SWT semata. Walau sekian pemakai FB tetaplah menghujat habis-habisa gadis berhijab di foto hot itu.

Viral !Sepulang Dari Tanah Suci, Suami Berurai Air Mata Pergoki Istrinya Tidur Dengan Pria Lain | Viral Berita

Suami mana yang tidak merasa sakit hati jika mengetahui istrinya tidur dengan pria lain.
Awalnya, Istri yang di ketahui taat agama dan memiliki sifat lemah lembut ini tak di sangka tega mempermainkan perasaannya dengan lelaki lain.


Kabar itu memang sudah terdengar dari telinga sang suami, namun karena besarnya rasa sayang seorang suami kepada istrinya begitu besar, tidak mudah percaya begitu saja dengan kabar yang di berikan seseorang kepadanya.
Hingga suatu ketika ia melaksanakan umroh dan memanjatkan doa agar diberikan petunjuk untuk kelangsungan rumah tangganya.
Sepulang dari Tanah Suci, ia harus menelan pil pahit kenyataan mengenai istrinya.
Kisah itu dialami oleh pria bernama Azman, dan diterbitkan di salah satu media online Malaysia, utaranews.com diteruskan tribunnews.com.
Berita itu lalu dicapture dan diposting oleh akun media sosial bernama @MhodAmir beberapa waktu lalu.
Sepulang dari Tanah Suci, tidak biasanya ia pulang lebih awal ke rumahnya.
Saat sampai di rumah, ia melihat seorang pria keluar dari pintu belakang rumah dan menguncinya.
Melihat itu, ia langsung mengejarnya dan menemukan pria itu dalam keadaan setengah telanjang.
Ia kemudian membawanya masuk ke dalam rumah.
Tak kalah terkejut, ia menemukan istrinya dalam keadaan kusut, mengenakan baju tidur tanpa pakaian dalam.
Ia kemudian memeriksa kamarnya, dan menemukan kasurnya berantakan.
Meski sudah tertangkap basah, keduanya mengaku tak melakukan apapun.
Istrinya berkilah pria itu adalah tukang yang akan membersihkan pipa.
Namun saat diperiksa tidak ada pipa rusak, pun pria itu tak terlihat membawa peralatan pipa.
"Sudah jelas, isteri saya curang. Jika bersama lelaki lain di dalam rumah dalam keadaan mencurigakan, apa lagi yang mereka lakukan jika tidak membuat maksiat?," katanya.
Setelah itu, ia pun membawa keduanya ke kantor polisi namun keduanya dilepaskan atas jaminan keluarga.
Setelah itu sang istri tampak asing baginya hingga ia memutuskan untuk menceraikannya.
Sementara keluarga istrinya menyalahkan kalau sang istri berbuat seperti itu karena kesalahan suaminya dan mengatakan kalau dia terlalu cemburuan.
"Saya heran, adakah perbuatan mantan istri saya melakukan maksiat dengan pria lain dan saya sendiri yang memergokinya perlu saya maafkan,?" kata dia.

Senin, 22 Mei 2017

NAUDZUBILLAH !! Beginilah Posisi Tidur yang Dilaknat Allah SWT, Justru Banyak Orang Melakukannya?? hanya orang malas yang tidak membagikan info ini

Hasil gambar untuk NAUDZUBILLAH !! Beginilah Posisi Orang Tidur yang Dilaknat Allah SWT, Justru Banyak Orang Melakukannya...Tidur yakni usaha untuk mengistirahatkan badan
sesudah sepanjang hari melakukan aktivitas. Biasanya anggota badan bakal kembali fresh setelah terlelap saat malam hari. Nyatanya, dalam Islam tidur memiliki ketentuan dan adab sendiri.

Rasulullah SAW menyarankan umatnya supaya senantiasa menghadap ke kanan saat bakal tidur. Posisi tidur seperti ini bukan hanya sunnah, tetapi nyatanya mempunyai faedah apabila dikaji lewat cara medis.
Terkecuali posisi tidur yang disarankan, ada juga posisi tidur yang demikian dimurkai Allah SWT. Bahkan disebut-sebut apabila posisi ini yakni ciri penghuni neraka. Seperti apa posisi yang dimaksud? Itu penjelasannya.

Nyatanya posisi yang dilarang dan dimurkai ini yaitu posisi tengkurap. Hal semacam ini diterangkan Rasulullah SAW dalam hadistnya saat Beliau mendatangi satu masjid. Ia saksikan seorang yang tinggal di masjid Nabawi tengah tidur tengkurap. Cerita yang diriwayatkan oleh Thakhfah Al-Ghifari RA salah seorang yang tinggal di masjid Nabawi berkata,

“Aku tidur di masjid pada akhir malam, lantas ada orang yang mendatangiku tengah saya tidur dengan posisi tengkurap. Laluberkata :

“Bangunlah dari tengkurapmu, lantaran tidur yang sekian yaitu tidurnya sebagian orang yang dimurkai Allah. ”
Lantas saya angkat kepalaku, jadi saat kulihat ia yaitu Rasulullah SAW, jadi akupun lalu bangkit. ” HR. Bukhari

Dalam narasi lain Rasulullah SAW menjelaskan apabila posisi tidur tengkurap yakni posisi tidurnya beberapa penghuni neraka. Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya :
“Tidur tengkurap yakni posisi tidurnya penghuni neraka. ” HR. Ibnu Majah
Allah SWT serta Rasulnya pastinya akan tak melarang satu hal hal jika hal semacam itu beresiko untuk manusia. Lewat cara medis, tidur dengan posisi tengkurap memiliki resiko untuk tubuh hingga Allah SWT melarang, bahkan memurkai posisi ini.

“Tidaklah Allah memerintahkan satu hal kecuali padanya ada bermacam mashlahat yg tidak bisa di ketahui secara menyeluruh” Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf)
Kenyataannya Pengetahuan kedokteran modern menunjukkan apabila memang tidur tengkurap memanglah memiliki resiko. Tidur ini bisa mengganggu pernafasan lantaran otot dada dan organ pernapasan tidak bisa bekerja optimal lantaran tehimpit. Dengan posisi itu dada bakal jadi tertekan dan buat nafas jadi sesak.


Terkecuali sisi pernafasan, tidur dengan posisi ini bisa pula menghimpit jantung. Dalam periode waktu lama posisi seperti ini bisa membahayakan kesehatan jantung. Faedah otak bisa pula terganggu dengan posisi ini. Pasalnya aliran darah yang membawa oksigen ke semuanya badan sekian perihal ke otak jadi terganggu lantaran terhimpitnya jantung tadi.
Karena itu, ikutilah jauhilah segalanya yang dilarang Allah. Lantaran sejatinya, Dia tidak akan melarang satu hal hal yang baik, namun larangan itu cuma hanya untuk kebaikan hamba-Nya. Allah yang mempunyai alam semesta dan semuanya pengetahuan dan pengetahuan, pasti Dia lah yang lebih tahu. Wallahu alam.

Kisah Nyata Azab Kubur Mengerikan Dari Jordan Yang Mengemparkan Semua Orang Yang Menyaksikan hal tersebut..

Sesampainya ia dirumah temannya ia bertemu ibu dari temannya 
tersebut yang juga terlambat, karena datang dari luar kota. 
Ibu itu tergopoh- gopoh menuju pusara anak perempuannya didampingi 
si wanita shalihah. Ketika tiba ternyata penguburan telah selesai ...


Si ibu berteriak menjerit-jerit, ia menjambak rambut dan merobek bajunya memaksa untuk 
melihat jenazah anaknya terakhir kali. Penguburan dan talqin sudah usai, namun permintaan ibu membuat para hadirin menjadi bingung.
Mereka berusaha menyabarkan Sang ibu, namun ibu itu terus memaksa dengan terus merobeki bajunya. Akhirnya permintaannya pun dengan berat diterima, kuburan itu di gali lagi atas permintaan keluarganya.
Penggalipun dengan cepat menggali pusara itu. Namun ketika sampai pada kayu penutup mayat, ternyata kayu kayu itu sudah hancur.
 

Mereka menyingkirkan kayu kayu itu dengan penasaran… semua wajah melongokkan pandangannya ke liang kubur. Lalu kayu-kayu hancur itu pun disingkirkan dengan hati-hati, maka terlihatlah pemandangan yang sangat mengerikan.
 

Kain kafan penutup mayat itu sudah hancur berserakan, mayat wanita itu hangus terbakar, rambutnya kaku bagaikan jeruji besi, hampir mirip sapu ijuk, kedua bola matanya berada dipipinya dalam keadaan kuncup bagaikan buah kering yang terbakar. Dan lidahnya terjulur keluar serta dari mulut, mata dan telinganya mengalirkan asap yang berbau daging hangus.
 

Semua sosok yang menyaksikan pemandangan itu terlonjak mundur. Ibu dan wanita shalihah itu sudah sedari tadi jatuh pingsan. Dan para penggali kubur yang sudah melompat keluar liang itu dengan tanpa pikir panjang menimbun  liang itu dengan cepat dan lari meninggalkan pusara.

Mari Kita Lihat Azab Dari Dekat.!! Kisah Golongan Orang Yang Meng olok-olok Agama Allah, dan Dilimpahkan Azab Oleh Allah SWT, Jika Berkenan Bagikanlah Artikel ini,...

Sebagian manusia telah menyepelekan agama. Semakin lebih meremehkan, merekapun mengolok-olok dan mengejek agama Allah. Dan mereka tidak sadar bila adzab Allah selalu mengintai mereka akibat perbuatan mereka itu. 
 
Bila mereka dapat saksikan adzab Allah lewat cara segera, jadi sekali-kali mereka tidak akan berani untuk melalaikan, mengolok-olok dan menghina agama Allah. Kita, tidak butuh berang maupun tidak suka pada mereka, jadi bila kita memiliki pengetahuan yang yakini, kita akan terasa kasihan yang mendalam pada mereka, karena mustahil mereka akan lepas dari adzab akibat perbuatannya sendiri. Dan sebenarnya adzab itu bakal mereka tanggung di dunia ini bisa.
الله عذابا أليما في الدنيا والآخرة وما لهم في الأرض من ولي ولا نصير
Allah akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan mereka sekali-kali tidak miliki pelindung dan tak (juga) penolong di muka bumi. (Q. S 9 : 74)
Kita dapat menyelidiki sendiri dalam kehidupan sehar-hari kita sendiri atau sebagian orang di sekitaran kita. Apabila pemikiran kita cermat, kita dapat dapatkan dan saksikan bila tiap-tiap pelanggaran itu ada akibat selekasnya yang butuh di terima di dunia. Tersebut yang saya maksud lihat Adzab Allah dari dekat, agar kita bertakwa kepada-Nya.
Tidaklah Allah memerintahkan satu hal pada manusia, tetapi untuk kebaikan diri manusia itu. Tiap-tiap pelanggaran pada perintah Allah ada akibat berat yang butuh dijamin.
واتبعوا أحسن ما أنزل إليكم من ربكم من قبل أن يأتيكم العذاب بغتة وأنتم لا تشعرون
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu terlebih dulu datang adzab kepadamu dengan mendadak, tengah anda tidak menyadarinya, (Q. S 39 : 55)
Allah juga berfirman :
وذر الذين اتخذوا دينهم لعبا ولهوا وغرتهم الحياة الدنيا وذكر به أن تبسل نفس بما كسبت ليس لها من دون الله ولي ولا شفيع وإن تعدل كل عدل لا يؤخذ منها أولئك الذين أبسلوا بما كسبوا لهم شراب من حميم وعذاب أليم بما كانوا يكفرون
Dan tinggalkanlah beberapa orang yang jadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur`an itu agar semasing diri tidak dijerumuskan kedalam
neraka, karena tindakannya sendiri. Bakal tak ada baginya pelindung dan tidak (juga) pemberi syafa`at kecuali daripada
Allah. Jika ia menebus dengan semuanya type tebusan juga, pastinya akan tak diterima
itu daripadanya. Mereka itu sebagian orang yang
dijerumuskan dalam neraka, karena perbuatan mereka sendiri. Buat mereka (disiapkan) minuman dari air yang tengah mendidih dan adzab yang pedih dipicu kekafiran mereka dahulu. (Q. S 6 : 70)
Sebagian orang kafir akan mendustakan ayat-ayat ini. Mereka menyampaikan ini hanya langkah menakut-nakuti dan menipu umat, agar umat takut pada seorang ocultis seperti Muhammad. Mereka tidak akan beriman sampai adzab di timpakan pada mereka di dunia ini bisa. Oleh karena itu timbulnya adzab Allah yakni bentuk kasih sayang Allah, agar mereka yang ingkar dapat saksikan kebenaran ayat-ayatNya dan kembali kepadaNya.
Narasi Nyata
Berikut ini, saya akan menyampaikan satu narasi kenyataan yang dikehendaki jadi pelajaran untuk kita semua. Narasi ini yakni narasi riil yang saya alami, bagaimana Allah memerlihatkan adzab dan ke maha kuasaan-Nya pada hamba yang berbuat satu hal lewat cara berlebih-lebihan. Bukan sekedar Allah menjadikan satu event pada diri seorang, kecuali agar jadi pelajaran untuk manusia yang lain. Narasi ini yaitu pengalaman saya pribadi. Di dalamnya ada kejelekan diri saya pribadi. Tetapi saya tidak miliki maksud menyebarkan aib diri saya sendiri, namun harapkan semoga ada hikmah yang dapat dipetik oleh orang lain. Saya tidak merasa malu mengungkapnya. Jadi saya merasa berdosa jika saya tidak menyampaikan kejadian ini. Sebab narasi ini jadi bukti akan kebenaran ayat-ayat Allah.
Sebagian orang mungkin akan mengambil hikmah dari narasi ini, sebagian orang mungkin saja saja akan menyangsikan kebenarannya, sebagian orang mungkin saja saja akan mencemooh atau mengolok-ngoloknya atau beranggapan narasi ini sebagai yang diimpikan saya saja. Saya tidak akan heran. Jangankan saya, nabi muhammad saja di dustakan. Tetapi saya nyatakan bila apa yang saya kisahkan ini yaitu momen yang sesungguhnya, tidaklah mimpi, tidaklah juga yang diimpikan.
Perintah Allah Tentang Makan serta Minum
Allah telah berfirman :
يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين
Hai anak Adam, gunakanlah bajumu yang indah di masing-masing (masuk) mesjid, makan dan minumlah, dan jangan pernah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak sukai pada beberapa orang yang berlebih-lebihan. (Q. S 7 : 31)
Persoalan makan minum, tidaklah permasalahan sepele. Manusia yang konsumsi makanan haram, akan terbakar dalam api nereka. Dan manusia yang konsumsi makanan yang baik, tetapi berlebih-lebihan dalam langkah makannya, bakal dapatkan adzab. Maha Benar Allah dengan semuanya Firmannya.
Sumber : http :// jendu31. blogspot. co. id/

Astagfirulloh! Tiba-tiba Hpku Berdering! Selamat Jalan Istriku,Kisah Nyata yang Mengoyak Hati ..

Tiba-tiba HP ku berdering, setelah menjawab salam suara diseberang telepon tampak panik “Ayah.. bunda mimisan nich.” Hmm.. kumaklumi kepanikan istriku saat itu karena belum pernah dia mengalami mimisan seperti ini.

Memang cuaca di bulan Agustus siang itu begitu teriknya. Aku pikir ini akibat cuaca yang terik itu. Kemudian aku sarankan dia untuk segera ke dokter. Beberapa hari kemudian istriku sakit pilek. Seperti biasanya kalau sakit ia hanya minum obat warung dan jarang sekali mau periksa ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut,” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu melihatnya seperti itu.

Dua minggu berselang tapi pileknya belum juga hilang. Malah katanya ada yang terasa menyumbat di saluran hidungnya, rasanya tak nyaman dan susah bernafas. “Bun… besok kita ke Rumah Sakit ya! biar ayah ijin masuk siang,” rayuku agar ia mau ke Rumah sakit.

Keesokan harinya saya ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Saat itu dokter THT bilang istriku alergi pada debu dan juga bulu-bulu binatang. Tapi sampai obatnya habis pileknya belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Anehnya yang sering keluar lendir hanya hidung sebelah kiri saja. Bahkan istriku mulai susah bernafas melalui hidung, ia hanya bisa bernafas melalui mulut. Dan ketika saya membawanya periksa untuk kedua kalinya dokter menyarankan untuk rontgen. Namun dari hasil rontgen tidak terlihat adanya kelainan apapun di hidung istriku.

Aku mengajaknya periksa ke RS Proklamasi Jakarta, karena menurut informasi di sini peralatanya lebih lengkap. Ternyata benar, dengan alat penyedot dokter mengeluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Senang rasanya melihat ia dapat bernafas dengan lega. “Alhamdulillah…..”
Beberapa hari kemudian sumbatan itu kembali muncul. “Duh..bunda!” Kontrol kedua ke RS. Proklamasi masih saja dokter belum bisa menyampaikan penyakit apa yang dialami istriku ini.

Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (ternyata itu adalah bius lokal), beberapa saat kemudian sebuah gunting kecil dimasukkan kedalam hidung dan.. “krek” potongan daging kecil diambil. Belakangan baru aku tau tindakan inilah yang dinamakan biopsi. Tak ada yang disampaikan kepada kami. Dokter menyarankan dilakukan CT Scan. Kemudian kami menuju ke RSCM untuk CT Scan.


Keesokan harinya hasil CT Scan aku bawa kembali ke Dokter RS Proklamasi. Setelah melihat hasil Scan, Dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil biopsi dari laboratorium.

“ini ibu positif,” kata dokter sambil menunjukkan foto CT Scan. Nampak ada sebuah massa diantara belakang hidung dan tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Aku masih belum mengerti maksud kata-kata nya dan memang sama sekali tak ada pikiran yang aneh aku coba bertanya, “maksudnya apa dok?”

“ibu positif kanker!”

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?”

Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku,

tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang istriku.

Kutatap wajah cantik istriku yang dibalut jilbab favoritnya, tenang.. teduh… tak ada ekspresi apa-apa aku makin bingung.

“duhh…bunda apa yang ada dalam fikiranmu bunda…”

“Sekarang bapak ke RSCM ke bagian Radiologi kita harus bertindak cepat,”

tiba-tiba aku tersadar. Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RSCM.

Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu spesialis Radiologi ini. Aroma kecemasan bahkan keputus asaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan istriku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Dihadapan dokter Radiologi aku bertanya, “sebenarnya istriku kena kanker apa dok?”
“kanker nasofaring.” jawab dokter singkat.

Ya Allah….kanker apa lagi ini? Istilahnya saja aneh bagiku. Kenapa harus istriku yang mengalaminya?

“Tapi Insya Allah masih bisa disembuhkan dengan pengobatan sinar radiasi dan kemoterapy,” dokter mencoba menangkap kegalauan diwajahku.

“Nanti ibu harus menjalani pengobatan radiasi selama 25 kali.”

Terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami istriku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik. Keluar dari ruang radiologi seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku sms family dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan istriku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

“Ayah kenapa? nangis yach..?” dengan polos pertanyaan itu keluar dari bibir istriku.

“iya, ayah sayaaang…. sama bunda,” suaraku gemetar.

Ku usap lembut kepala istriku. Ku tepis perlahan tangannya yang mencoba mengusap air mataku, ku gengggam kuat jari-jari lemahnya. Hatiku berbisik “kenapa tak ada kesedihan diwajahmu bunda? apakah bunda ga tau penyakit ini begitu berbahaya? Atau Allah telah memberitahukan ini semua kepadamu?”

“Bunda biasa ajah koq..” Jawabanya malah makin membuatku tak bisa bernafas, air mataku akhirnya jatuh juga.

Kususuri lorong-lorong RSCM dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini.

Mulai hari itu istriku harus dirawat inap di RS. Proklamasi. Semua persiapanpun dilakukan mulai dari USG, Bond Scan dll. Hasilnya rahim masih bersih dan tulangpun normal artinya kankernya belum mejalar ke bagian lain, Alhamdulillah…sempat kuucap kata syukur itu.

Hari ke empat. Sore itu aku dipanggil ke ruang Dokter Sugiono yang akan melakukan Kemoterapy. Dikatakan bahwa kanker istriku stadium 2A dan Insya Allah masih bisa diobati. Istrikupun siap untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapy. Kemudian kami minta ijin ke Dokter untuk diperbolehkan pulang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.

Malam hari ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu istriku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan. Setiap hari istriku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal yang baunya sangat menyengat. Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semua obat-obatan itu.

Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan tahajud dan hajat. Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker nasofaring, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan kerja.

Tiga bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Bahkan pengobatan alternatif sudah aku tinggalkan sejak 1 bulan pertama karena aku ragu. Beberapa keluarga istri mulai putus asa. Malah ada yang beranggapan penyakit ini adalah kiriman dari orang. Tapi aku bantah semuanya,sempat ada pertentangan di antara kami. Aku yakinkan istriku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,
“Bun..semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini bunda sakit, berobat kesini-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bun. Yang penting sekarang kita jangan lelah berihtiar dan bunda tetep harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

Berat badan istriku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 53 Kg kini tinggal 36 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat mata kirinya sudah tak focus. Cara ia melihat seperti orang juling. Menurut Dokter herbal yang menangani istriku inilah rangkaian perjalanan kanker tersebut yang lama kelamaan akan menyerang otak. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Akhirnya aku kembali membawanya ke Rumah Sakit. Kali ini aku membawanya ke RS. Husni Thamrin. Istriku ditangani oleh team yang terdiri Dokter THT, Dokter Internis dan Dokter spesialis ahli kemoterapy, Kebetulan Dokter Sugiono ahli kemoterapy yang dulu merawat istriku di RS. Proklamasi juga praktek di sini. Dan kini Dokter sugiyono kembali menangani istriku.

Sore itu Dokter memanggilku ke ruangannya. Dokter menjelaskan stadium kanker istriku sudah menjadi 4C, dan kankernya sudah mulai menggerogoti tulang tengkorak penyangga otak. Melihat hasil CT Scan nya aku merinding, terlihat jelas tulang-tulang tengkorak itu keropos layaknya daun termakan ulat. Aku ingin menjerit, “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”
“Ma’afkan ayah bun, ayah tak mampu menjaga bunda…!”

Yang lebih mengagetkan ketika dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir taksadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar. Dengan dipapah adik aku keluar dari ruang dokter. Segera aku menuju Mushola kuambil air wudhu dan kujalankan sholat. Entah sholat apa yang kujalankan ini.

“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan istriku. Malam-malamku kulalui dengan sujud panjang disamping bangsal rumah sakit. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ihtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada istriku Ya..Allah.”
 
Saat itu istriku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Untuk mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan agar dipasang ventilator dileher istriku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi ini resiko terkecil yang bisa diambil.

Istriku pasrah, dia minta aku menemaninya ke ruang operasi. Aku sangat mengerti ia sangat takut dengan peralatan medis di ruang operasi. Kemudian aku mendampinginya kedalam ruang operasi untuk pemasangan Ventilator. Aku melihat dengan jelas leher istriku disayat kemudian dimasukkan alat bantu pernafasan itu. “Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bunda, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”

Selesai pemasangan ventilator bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang istriku menulisnya pada lembar-lembar catatan kecil yang sengaja aku siapkan. Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan kemoterapy terhadap istriku.

Kira-kira jam 12 siang kemo tahap pertama dilakukan. Dengan perasaan tak menentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

“Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”
Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga. Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo memakan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengental. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

Menurut dokter ini adalah tanda kankernya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak banyak batuk berdahak seperti hari-hari sebelumnya. Alhamdulillah kemo tahap pertama selesai. Dokter bilang jika kondisi istriku membaik maka tiga hari lagi boleh pulang. Terlihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”
“ke Sawangan aja rumah kita sendiri,” jawabnya melalui secarik kertas.

Namun ternyata dua hari kemudian ia mengalami diare yang hebat ini adalah efek samping dari obat kemo, sehingga kondisinya kembali lemas. Rencana pulangpun harus ditunda menunggu kondisinya membaik. Tetapi makin hari kondisi istriku makin drop. Hingga menjelang kemo tahap kedua malah albumin dalam darahnya menurun.

Selama dirawat istriku meminta agar saya sendiri yang memandikannya, bahkan aku juga yang membersihkan kotorannya. Semuanya saya kerjakan dengan telaten karena aku merasa sekarang saatnya untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukannya kepadaku selama ini. Ketika istriku sehat dialah yang selalu merawatku, menemaniku dan selalu menyiapkan semua kebutuhanku.
Selama hampir satu bulan di Rumah Sakit kami merasa menemukan keluarga baru. Keakraban terjalin antara kami dengan team dokter, dengan para suster bahkan juga dengan cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar istriku. Saya merasa senang ketika suatu hari istriku dapat tertawa riang bercanda dengan para suster meski tawanya tanpa suara.

Kemo tahap ke 2 dilakukan. Sepertinya Allah benar-benar menguji kesabaranku. Ketika hendak dilakukan kemo, tabung infus 1000cc yang digunakan untuk campuran obat kemo ternyata tidak ada. Rumah sakit kehabisan stock, dan ini adalah sebuah kecorobohan yang mestinya tidak terjadi.

Karena tentunya pihak rumah sakit telah mengetahui jadwal pelaksaan kemo ini. Dokterpun marah. Kemudian Dokter menyarankan saya untuk segera membeli sendiri tabung infus di tempat lain. Tujuan saya adalah RSCM sebagai Rumah sakit terdekat, namun jika menuju RSCM menggunakan kendaraan akan memakan waktu lama karena jalannya memutar. Sayapun berlari ditengah terik matahari pukul 12 siang menuju RSCM. Namun disanapun tidak tersedia, kemudian saya berlari lagi menuju RS Sant Carolus, di sinipun nihil.

Begitu juga ketika saya ke Apotik melawai tak bisa mendapatkannya. Akhirnya saya mendapatkan tabung infus tersebut di Apotik Titimurni RS. Kramat. Akhirnya kemo tahap ke 2 pun dapat dilakukan.

Hari ini Dinda anak kami yang kecil ulang tahun ke 4. Perhatian dan kecintaan istriku pada anaknya tak pernah berkurang. Dibatas ketidak berdayaannya dia menuliskan sesuatu, “Ayah jangan lupa beliin hadiah buat Dinda, ayah beliin jaket nanti bunda titip mukena, kasihan mukena dede sudah jelek. Bilang ke dede ini mukena dari bunda.”

Atas permintaan istriku siang itu sebagai tanda syukur kami memotong 2 buah kue ulang tahun yang salah satunya untuk dibagikan ke suster-suster yang jaga. Kemudian istriku minta dibantu turun dari tempat tidur, katanya ingin duduk bareng deket Dinda. Ia mencoba memberikan senyum bahagia pada Dinda dan menyembunyikan rasa sakitnya. Sementara Dinda nampak bahagia dipangku bundanya, mungkin ia mengira bundanya hanya sakit biasa saja. Lagu “selamat ulang tahun” yang kami nyanyikan terdengar getir di telingaku. Terasa pilu aku menatap mereka.

Biasanya jika istriku menginginkan sesuatu ia akan membangunkan saya dengan mengetuk besi tempat tidurnya. Namun malam itu saya merasa sangat ngantuk dan lelah, saya menulis pesan pada istriku, “bun..nanti kalo perlu apa-apa panggil suster aja ya! Ayah ngatuk dan cape, jangan bangunin ayah ya!” Dengan isyarat lemah ia mengiyakan permintaanku, ia mengusap tanganku kemudian menuliskan sesuatu “ayah tidur aja gapapa kok, bunda juga mau istirahat.”

Entah mengapa pagi ini aku sangat ingin merawatnya. Ketika ia kembali diserang diare berkali-kali yang sangat hebat aku sendiri yang membersihkan semuanya. Kemudian memandikannya dan mengganti pakaiannya. Pagi itu aku minta Lia anak sulung kami yang masih duduk di kelas 5 SD untuk menjaga bundanya, sebelum kemudian aku tinggal berangkat kerja.

Siang pukul 11 Lia menelpon “Ayah, bunda pingsan nafasnya cepet banget.” Aku kaget dan sangat khawatir. Selang 15 menit Lia sms “bunda sekarang ada di ruang ICU”. Astaghfirullah haladziim… apa yang terjadi pada istriku. Segera aku minta izin meninggalkan kantor. Di Rumah Sakit aku dapati Lia menangis sesegukan tak berhenti. “bunda yah… tolongin bunda yahh….!”

Kuhampiri istriku yang tergolek taksadarkan diri. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh istriku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang maghrib aku tak beranjak dari sampingnya. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa. Sementara di luar ruang ICU sudah banyak kerabat berdatangan.

Tekanan darahnya sangat rendah dibawah 70. Dokter memberikan obat penguat tekanan darah dengan dosis tinggi. Tekanan darahnya sempat naik namun masih dikisaran 75-80, sangat rendah. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat perangsang namun hasilnya tetap sama tak berubah. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun ia menyarankan agar semua alat bantu dilepas saja. “maksudnya dok..?” aku menodong penjelasan. “secara medis kondisi ibu sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku meminta agar semua alat bantu itu tetap terpasang pada tubuh istriku, sambil menunggu keputusan team dokter besok pagi.

“Aku tak mau kehilanganmu bunda.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bunda sebentar saja, ayah ingin menatap mata bening bunda untuk terakhir kalinya,” kubisikan lembut ditelinganya.

Pukul 22, aku disodori surat pernyataan, tak sempat aku baca, kata suster ini adalah Surat persetujuan untuk melepas semua alat bantu dari tubuh istriku. “Tak sanggup aku melakukan ini bun, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”
Akhirnya adikku yang menandatanganinya. Aku tak ingin selalu dihinggapi rasa bersalah jika menandatangani surat itu. Kemudian semua alat bantu dilepas dari tubuh istriku, tinggal tersisa alat pendeteksi detak jantung.

“Bun…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ayah bun ayah tak bisa menjaga bunda. Ayah ikhlas bunda pergi, ayah terima semua dengan ihklas bun.. Jangan khawatir bun, ayah akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga istriku.

Kutemui Lia yang menunggu diluar ruang ICU, kubelai rambutnya penuh sayang. Ia menangis keras sejadi-jadinya, mungkin ia paham apa yang kumaksudkan. “Bundaa….. Lia ga mau kehilangan bunda, jangan tinggalin lia bundaa..!!” Tangisnya memekik, merebut perhatian semua orang diruang tunggu ICU ini. Semua mata menatap kami tapi mereka diam seolah mahfum dengan keadaan kami.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan istriku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan istriku untuk menghadapmu dengan khusnul khootimah.”

Menurut suster dalam kondisi seperti ini pasien masih bisa mendengar. Kubimbing istriku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH..” perlahan aku membimbingnya. Rasanya aku mengerti betul setiap helaan nafasnya, raga kami bagai menyatu. Kuulang hingga berkali-kali dengan helaan nafas yang terirama pelan. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini, terimakasih ya Allah..!

Aku terbangun ketika tiba-tiba seorang suster memanggil “Keluarga ibu Siti Nurhayati..!” Aku bergegas masuk ke ruang ICU, jam menunjuk Pukul 05.05, masih pagi dengan hawa dingin yang menyusup tulang. “Ma’af pak, ibu sudah tidak ada.” ujar suster tadi singkat. Meski aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh istriku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

Bagai tersambar petir, kudekap tubuh lemas istriku. Bibirnya menoreh segaris senyum. “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku lunglai terduduk disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “Bun, Ayah ikhlas melepas bunda, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan Istriku…… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya.
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ….
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat …

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Minggu, 21 Mei 2017

Subhannallah,Apa Yang Bisa Kita Banggakan Kalau Tau Yang Dilakukan Oknum Polisi Ini.?? Mohon untuk di bagikan

Bripka Nurlana namanya, Bhabinkamtibmas Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat ini demikian dicintai orang-orangnya. Terkecuali karena tampilan dan sikapnya yang agamis, dia begitu peduli dengan lingkungan sekitarnya.


Dalam sehari-harinya tugasnya sebagai polisi, dia selalu meluangkan diri menyambangi orang-orangnya dalam program dor to dor syistem (DDS). Diluar itu, tiap-tiap selesai lakukan pekerjaan, usai solat maghrib dia masih tetap menyempatkan diri mengajar ngaji pada anak-anak di kampungnya.

 
Tidak cuma itu yang ditangani polisi teladan ini. Ada seorang nenek tua jompo yang hidup sebatangkara di kampung tempatnya bertugas, dia urusi kepentingan setiap harinya sampai memandikannya.



Tidak sampai di situ. Di satu diantara dusun dari desa yang
dibinanya, ada seoarang wanita bernama Maryani (35) alami cacat bawaan mulai sejak lahir, Bripka Nurlana selalu meluangkan waktunya menyambangi untuk hanya saksikan kondisi dan berikan motifasi serta semangat untuk tetaplah bersabar dalam terima anugerah yang didapatkan Tuhan yang maha kuasa.

 
Bripka Nurlana mempunyai sampingan menanam jagung di sebidang tanah yang awalannya ia sewa. Hasil usahanya sedikit untuk sedikit ditabung sampai mempunyai tempat tanam sendiri.
Sekarang ini dia mempunyai ide untuk menghibahkan sebagian tempat yang dipunyainya itu untuk bangun masjid untuk beberapa orang Desa Seteluk Atas karena beberapa orang desa itu hingga saat ini belum mempunyai masjid sendiri.

 
Tanah seluas 1. 225 mtr. persegi akan dibangunkan masjid seluas 600 mtr. persegi berlantai dua, ditambah akses jalan menuju tempat masjid itu pasti akan dibangunnya. 
Dihubungi lewat telpon, Kamis (29/9) Bripka Nulana mengaku apabila hal itu sudah lama ia cita-citakan serta selanjutnya akan selekasnya terwujud.

 
“InsyaAllah minggu depan kita bakal menandatangani surat hibah lantas lalu pembangunan masjidpun kita mulai” ujarnya. (ddt)
loading...
http://www.merdekasiana.com/2017/04/subhannallahapa-yang-bisa-kita.html